Penyedia Proyek Palapa Ring Terbitkan Sukuk Rp 1 Triliun

Penyedia Proyek Palapa Ring Terbitkan Sukuk Rp 1 Triliun
PT More Telematika melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk ljarah Berkelanjutan I Moratelindo 2019 senilai total Rp 3 triliun. Tampak jajaran direksi perusahana di Jakarta Rabu 12 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 12 Juni 2019 | 16:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan jaringan interkoneksi, penyedia jasa internet dan data center, PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk ljarah Berkelanjutan I Moratelindo 2019 senilai total Rp 3 triliun. Untuk tahap I, perusahaan pemilik konsesi proyek Palapa Ring ini menerbitkan maksimal Rp 1 triliun yang terbagi dua seri.

"Indikasi imbalan sukuk ijarah Seri A bertenor tiga tahun berkisar 9,4 persen sampai 9,9 persen, sementara Seri B dengan tenor lima tahun memberi imbalan berkisar 10 persen hingga 10,5 persen," kata Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galumbang Menak di sela paparan publik perseroan di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Galumbang Menak mengatakan, dana sukuk ijarah berperingkat idA (sy) (Single A Syariah) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini, sekitar 85 persen digunakan untuk ekspani, seperti investasi backbone termasuk perangkat dan infrastruktur pembangunan inland cable, ducting, serta perangkat penunjang. Adapun sisanya sekitar 15 persen akan digunakan untuk modal kerja.

Bertindak sebagai penjamin emisi sukuk ijarah adalah PT Sinarmas Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Masa penawaran awal (bookbuilding) sukuk ijarah dilakukan pada 12-19 Juni 2019. Jika pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didapat pada 26 Juni, maka penawaran umum dilaksanakan pada 28 Juni 2019 sampai dengan 1 Juli 2019 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2019.

Galumbang Menak mengatakan, pada tahun 2019 perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,6 triliun. Selain dari sukuk, sumber pembiayaan capex dari sisa obligasi tahun sebelumnya sekitar Rp 200 miliar, pinjaman BNI Rp 400 miliar, Bank Mandiri Rp 600 miliar dan sisanya kas internal.

Adapun capex sebagian besar digunakan untuk membangun kabel serat optik. Perseroan telah menandatangani kontrak dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk merapihkan kabel serat optik dari tiang ke dalam tanah. Nilai kontraknya sekitar Rp 1,3 triliun. "Kabel serap optik dewasai ini sudah jelek keamanannya, kita sudah tandatangan dengan Pemkab Bandung, nantinya kabel yang di atas akan dimasukkan ke bawah," kata Galumbang Menak.

Selain itu, perseroan juga akan mendukung Yogyakarta menuju smart city dan estetika kota. "PT Mora Telematika juga akan membangun tower kecil di dua kota itu," kata Galumbang Menak.

Pada 2018, pendapatan perusahaan naik 75,34 persen menjadi Rp 4,663 triliun didorong meningkatnya pendapatan non-penyelenggaraan telekomunikasi yaitu pengakuan pendapatan bunga dan konstruksi dari konsesi jasa proyek Palapa Ring paket Barat dan Timur serta pendapatan dari proyek fiberisasi tower provider.Selain itu, pendapatan penyelenggaraan telekomunikasi juga meningkat sebesar 17,98 persen menjadi Rp 965,44 miliar. Laba bersih 2018 naik 485,22 persen menjadi Rp 601,61 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam rangka melaksanakan salah satu Proyek Strategis Nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2016 memberikan kepercayaan kepada Moratelindo untuk melaksanakan Proyek Palapa Ring Paket Barat dan Paket Timur senilai Rp 6,4 trililun dengan membentuk Badan Usaha Pelaksana yakni PT Palapa Ring Barat dan PT Palapa Timur Telematika. Proyek Palapa Ring merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dalam sektor telekomunikasi dengan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP).



Sumber: BeritaSatu.com