Prima Lima Tiga Rencanakan IPO di 2020

Prima Lima Tiga Rencanakan IPO di 2020
Direktur Utama PT Prima Lima Tiga, Isaac Nugraha Munandar dan Direktur Utama OAK Capital, Lawrence Tjandra penandatanganan Surat Penunjukkan Penerbitan STB di Surabaya, Selasa (8/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Rabu, 9 Oktober 2019 | 18:58 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pengembang kondotel, PT Prima Lima Tiga berencana mencari pendanaan di pasar modal untuk pengembangan proyeknya di Batu, Jawa Timur dengan melakukan penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offering) pada 2020.

Baca Juga: Prima Lima Tiga Tunjuk Oak Capital Terbitkan STB

Direktur Utama PT Oase Arta Kapital (Oak Capital), Lawrence Tjandra, mengatakan, sebagai perusahaan jasa keuangan yang mendapatkan SPK untuk mencarikan dana bagi penyelesaian proyek Prima Lima Tiga, Oak Capital telah memberi masukan kepada manajemen untuk masuk ke bursa dengan melalukan IPO untuk mendapatkan dana publik yang bisa digunakan untuk mendanai pengembangan proyek lain selain yang sedang diselesaikan saat ini berupa proyek Alpines Condotel di Batu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan peluang kepadanya untuk masuk ke bursa tersebut. Potensi bisnis perusahaan kedepan dan komitmen yang ditunjukkan oleh pemilik dinilai cukup bagus.

"Sejauh ini memang belum ada persiapan secara khusus untuk IPO tersebut, namun kita berharap IPO itu bisa dilakukan pada kuartal kedua atau ketiga tahun 2020 untuk dana pengembangan kedepan," kata Lawrence usai penandatanganan Surat Penunjukkan Penerbitan STB di Surabaya, Selasa (8/10/2019).

Saat ini, lanjut Lawrence, terus dilakukan pembenahan di internal termasuk mencarikan solusi bagi pendanaan proyek yang sedang berjalan. Untuk penyelesaian proyek Alpines Condotel terutama yang sedang dalam tahap penyelesaian, OAK Capital telah ditunjuk oleh Prima Lima Tiga menerbitkan Short Term Borrowing (STB) senilai Rp 100 miliar.

Baca Juga: Saham IPO Perusahaan UKM dan Startup Makin Menarik

"Penerbitan STB ini didasarkan pada potensi bisnis yang cukup besar untuk dikembangkan. Harapan kita, setelah STB diterbitkan dan berhasil diserap oleh pasar, Prima Lima Tiga akan berkembang menjadi pengembang yang menjanjikan," katanya.

Penerbitan STB akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan penyelesaian proyek Alpines Condotel seperti pembangunan tower B dan pembangunan fasilitas lainnya sesuai target. "Sehingga kerja sama ini akan memberikan nilai investasi yang menguntungkan bagi shareholder dan stakeholder yang lain," tandas Lawrence.

Sementara itu, Direktur Utama Prima Lima Tiga, Isaac Nugraha Munandar, mengatakan, bisnis perusahaan di sektor pariwisata di kota Batu memiliki potensi yang positif, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota Batu terutama setelah ada pengembangan tol Trans Jawa dan dukungan pengembangan sektor pariwisata oleh pemerintah kota (Pemkot) Batu. Potensi itu bisa dilihat dari jumlah wisatawan di kota ini yang terus meningkat setiap tahun. Pada 2012, jumlah wisatawan hanya mencapai 2,7 juta orang. Angka itu naik cukup signifikan pada 2017 menjadi 4,7 juta orang dan pada 2018 mencapai 5.644.168 orang, yang terdiri dari 5.633.611 wisatawan domestik dan 10.557 wisatawan mancanegara.

"Potensi sektor pariwisata di kota Batu akan terus berkembang dalam 5-10 tahun kedepan karena dukungan Pemkot Batu dan pembangunan infrastruktur jalan tol oleh pemerintah pusat. Adanya jalan tol Trans Jawa sekarang juga mendorong peningkatan wisatawan domestik dari kota-kota di luar Jatim seperti Bandung dan Jakarta," kata Isaac.

Issac menjelaskan,  saat ini Prima Lima Tiga sedang mengembangkan proyek Alpines Condotel yang terdiri dari dua tower, yakni tower A yang sudah melakukan soft opening dan sekarang sudah beroperasi dan tower B yang masih dalam tahap penyelesaian. Berkaca dari kinerja Hotel Alpines by Artotel yang memuaskan sejak melakukan soft opening, potensi itu terlihat cukup jelas.

"Okupansi kita sekarang 80 persen hingga 85 persen dan untuk weekend bisa 100 persen. Dengan adanya tol, wisatawan banyak yang nyetir kendaraan sendiri. Mereka datang dari kota-kota di luar Jawa Timur seperti Bandung dan Jakarta,” jelasnya.

Hotel Alpines by Artotel adalah hotel bintang empat yang memiliki 142 kamar dengan beragam ukuran, dengan berbagai fasilitas yang sedang dibangun seperti wedding chapel, swimming pool, rooftop cafe dan ballroom yang dapat menampung sampai dengan 500 orang. Perusahaan atau instansi pemerintah juga bisa memanfaatkan 6 meeting room yang tersedia.

"Di kota Batu hotel berbintang masih sedikit sehingga peluang bisnis bagi Hotel Alpines by Artotel ini masih terbuka lebar. Kami targetkan okupansi tahun ini 80 persen hingga 85 persen dan pada Desember nanti 100 persen,” imbuh Isaac.



Sumber: Investor Daily