IHSG Melemah, Ini Rekomendasi Saham Valbury Hari Ini

IHSG Melemah, Ini Rekomendasi Saham Valbury Hari Ini
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). ( Foto: Antara / Indrianto Eko Suwarso )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 7 November 2019 | 10:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Valbury Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan cenderung terkoreksi pada perdagangan hari ini (07/11/2019). Investor akan lebih risk-averse (menghindari risiko) terhadap proyeksi pelambatan yang tidak lagi sekadar prediksi.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Pemerintah kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada FY2019 yakni hanya 5,05-5,06 persen YoY, menyusul rilis data pertumbuhan PDB pada 3Q19 yang lebih kecil dari proyeksi yakni meningkat hanya 5,02 persen YoY, atau lebih lamban dibandingkan tahun lalu yakni 5,17 persen pada 3Q18. Turunnya proyeksi pemerintah tersebut setelah mempertimbangkan adanya dampak perang dagang AS-Tiongkok, yang menjadi mitra dagang kedua dan pertama, juga ketidapastian Brexit di UE, yang menjadi mitra dagang keempat terbesar.

Sederet ketidakpastian tersebut menekan performa ekspor dan juga investasi. Sedangkan, pemerintah berharap konsumsi Rumah Tangga (RT) dan pemerintah yang meningkat pada akhir tahun dapat mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, pertumbuhan PDB pada 3Q19, konsumsi RT tumbuh 5,01 persen YoY, sedangkan investasi hanya tumbuh 4,21 persen YoY. Komponen terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pengeluaran antara lain Konsumsi Rumah Tangga 56,52 persen pada 3Q19. Untuk investasi meningkat menjadi 32,32 persen kontribusi terhadap PDB. Meskipun demikian, pertumbuhan PDB Indonesia ini masih lebih baik dibanding negara lain yang mengalami pelambatan yang curam seperti Singapura dan Korea Selatan.

Selanjutnya, tingkat optimisme pengusaha menurun pada 3Q19, yang terlihat dari Indeks Tendensi Bisnis (ITB) yang turun QoQ menjadi 105,33 dibandingkan 2Q19 108,81. BPS memproyeksikan tren pesimisme tersebut akan terus menerus berlanajut hingga akhir tahun yang diperkiran berada di kisaran 104. Kendati terus menurun, poin di atas 100 masih menyiaratkan optimisme. Kondisi bisnis terburuk berada dalam kategori lapangan usaha administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, yakni 98,8. Sebelumnya, optimisme konsumen juga terlihat berkurang menjadi 101,13 pada 3Q19 dibandingkan 2Q19 yakni 125,68.

Sentimen pasar dari luar negeri: 
Kendati tengah bernegosiasi dengan Tiongkok, AS tampaknya tidak akan mengendurkan tekanan terhadap perusahaan teknologi Tiongkok. Selain Huawei dan Hikvision, AS tengah membidik startup Tiongkok, TikTok yang dituduhkan membahayakan kepentingan nasional dengan akusisi terhadap startup AS, Musical.ly. Hal ini mengindikasikan jikapun, kesepakatan dagang dicapai, bukan garansi terhadap perusahaan Tiongkok untuk tetap berbisnis. Atau, bisa jadi tekanan tersebut juga strategi Washington untuk terus mendapatkan konsesi dagang (bargaining). Yang jelas, hal ini menunjukkan bahwa negosiasi dagang AS-Tiongkok tidak akan mudah kendati baru fase pertama.

Perspektif teknikal
Support Level: 6186/6154/6110
Resistance Level: 6262/6306/6338
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down

Rekomendasi perdagangan:

GGRM: Trading Buy
Close 54775, TP 55350
• Boleh buy di level 54100-54775
Resistance di 55350 & support di 54100
• Waspadai jika tembus di 53825
• Batasi risiko di 52850

ADRO: Trading Buy
Close 1390, TP 1420
• Boleh buy di level 1350-1390
Resistance di 1420 & support di 1350
• Waspadai jika tembus di 1350
• Batasi risiko di 1330

ICBP : Trading Buy
Close 11225, TP 11325
• Boleh buy di level 11100-11225
Resistance di 11325 & support di 11100
• Waspadai jika tembus di 11100
• Batasi risiko di 11050

SCMA: Trading Buy
Close 1270, TP 1305
• Boleh buy di level 1215-1270
Resistance di 1305 & support di 1215
• Waspadai jika tembus di 1215
• Batasi risiko di 1195

BSDE: Trading Buy
Close 1415, TP 1450
• Boleh buy di level 1390-1415
Resistance di 1450 & support di 1390
• Waspadai jika tembus di 1390
• Batasi risiko di 1385

SMRA: Trading Buy
Close 1150, TP 1180
• Boleh buy di level 1120-1150
Resistance di 1180 & support di 1120
• Waspadai jika tembus di 1120
• Batasi risiko di 1100



Sumber: BeritaSatu.com