BNI dan Wika Masuk Radar Rekomendasi Valbury Hari Ini

BNI dan Wika Masuk Radar Rekomendasi Valbury Hari Ini
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). ( Foto: Antara / Indrianto Eko Suwarso )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 8 November 2019 | 09:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Cadangan devisa posisi Oktober tercatat sebesar US$126,7 miliar atau naik sebesar US$2,4 miliar dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar US$124,3 miliar. Peningkatan cadangan devisa pada Oktober 2019 dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah. Ada pula kontribusi dari penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya hingga akhirnya mampu mengerek cadangan devisa. Cadangan devisa yang merupakan tertinggi sejak Februari 2018 tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal. Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan pun diyakini bisa terjaga. Dengan jumlah yang ada di Oktober 2019, cadangan devisa mampu menanggung pembiayaan setara 7,4 impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah

Kondisi dari perekonomian global yang tidak menentu akibat perang dagang AS dengan Tiongkok. Di tengah kondisi yang penuh tantangan tersebut BI tidak akan mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019. BI memproyeksikan ekonomi tahun ini tumbuh sekitar 5,05 persen. Sementara itu, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartalan tercatat, pada kuartal III perekonomian Indonesia tumbuh 5,02 persen atau lebih rendah ketimbang dua kuartal sebelumnya yakni kuartal II dan kuartal III masing-masing 5,05 persen dan 5,07 persen. Padahal BI sudah melakukan ini berbagai langkah kebijakan dalam menjaga terkait monetary policy, dengan menurunkan suku bunga.

Kabar dari AS mengenai perkembangan pemakzulan Presiden Donald Trump di mana Kongres Demokrat telah mengumunkan sidang dengar pendapat pertama terkait proses pelengseran Trump dari kursi presiden Amerika Serikat akan digelar pekan depan. Tiga pejabat departemen negara akan menjadi saksi pertama dalam sidang tersebut. Hingga saat ini, tiga anggota parlemen dari tiga komite utama DPR telah mendengar kesaksiannya secara tertutup. Penyelidikan pemakzulan terhadap Trump berfokus pada usahanya menekan Ukraina untuk mengumumkan penyelidikan terhadap rival politiknya, Joe Biden. Sidang dengar pendapat Capitol Hill kali ini akan disiarkan langsung di mana anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik menanyai para saksi. Jika setelah sidang, DPR memberikan suara untuk mengeluarkan pasal pemakzulan, Senat dipaksa untuk mengadakan persidangan.

Katalis positif dari dalam berkenaan dengan data cadangan devisa serta sentimen dari ekstenal yang lebih menonjolkan faktor negatif ke pasar, dari bauran sentimen ini Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan peluang melemah.

Perspektif teknikal
Support Level : 6111/6057/5995
Resistance Level : 6228/6290/6344
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Down

Rekomendasi saham hari ini:

INTP: Trading Buy
• Close 20900, TP 21050
• Boleh buy di level 20600-20900
• Resistance di 21050 & support di 20600
• Waspadai jika tembus di 20600
• Batasi risiko di 20150

BBNI: Trading Buy
• Close 7600, TP 7700
• Boleh buy di level 7375-7600
• Resistance di 7700 & support di 7375
• Waspadai jika tembus di 7375
• Batasi risiko di 7050

LSIP : Trading Buy
• Close 1390, TP 1415
• Boleh buy di level 1365-1390
• Resistance di 1415 & support di 1365
• Waspadai jika tembus di 1365
• Batasi risiko di 1315

GGRM: Trading Buy
• Close 52725, TP 54425
• Boleh buy di level 51750-52725
• Resistance di 54425 & support di 51750
• Waspadai jika tembus di 51750
• Batasi risiko di 49075

WIKA: Trading Buy
• Close 1975, TP 2020
• Boleh buy di level 1930-1975
• Resistance di 2020 & support di 1930
• Waspadai jika tembus di 1930
• Batasi risiko di 1840

WSKT: Trading Buy
• Close 1480, TP 1515
• Boleh buy di level 1460-1480
• Resistance di 1515 & support di 1460
• Waspadai jika tembus di 1460
• Batasi risiko di 1405



Sumber: BeritaSatu.com