IPO, Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham ke Publik

IPO, Indo Bintang Mandiri Tawarkan 25% Saham ke Publik
Due diligence meeting & public expose PT Indo Bintang Mandiri Tbk ( Foto: istimewa / - )
Mashud Toarik / MT Jumat, 8 November 2019 | 16:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Indo Bintang Mandiri Tbk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) maksimal sebanyak 276.666.800 lembar saham biasa. Jumlah ini setara dengan 25% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum.

Perusahaan manufaktur kampas rem non-asbestos dan teknologi friction material ini menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter).

Terkait jadual IPO, setelah melakukan due diligence meeting & public expose yang berlangsung pada 8 November 2019. Perseroan mengadendakan masa penawaran awal (book building) berlangsung pada 8-15 November 2019. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 26 November 2019.

Selanjutnya, masa penawaran umum dijadwalkan pada 28-29 November 2019, penjatahan pada 2 Desember 2019, distribusi pada 3 Desember 2019, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2019.

Sekretaris Perusahaan PT Indo Bintang Mandiri Tbk, Hanny Marpaung mengatakan, dana hasil IPO akan dialokasikan sekitar 37% atau maksimal sebesar Rp 14,75 miliar untuk pembayaran sisa harga pembelian tanah dan bangunan.

Sekitar 30% akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi Perseroan seperti pembelian mesin baru, instalasi fasilitas produksi dan pembelian perlengkapan, serta peralatan yang diperlukan terkait rencana pembelian mesin baru sehubungan dengan peningkatan produksi.

“Sedangkan sisanya sekitar 33% dialokasikan untuk modal kerja Perseroan seperti pembayaran gaji, pembelian bahan material, dan kegiatan operasional lainnya. Perseroan berdiri sejak 2016,” ujarnya, Jumat (8/11/2019).

Perusahaan yang berkantor pusat di Delta Silicon 3, Lippo Cikarang ini memiliki pabrik di Cikarang dengan luas 2.500 m2. Perseroan merupakan produsen kampas rem non-asbestos pertama di Indonesia untuk aftermarket yang memiliki kualitas tinggi setara OEM (Original Equipment Manufacturer).

Saat ini, Perseroan memproduksi produk brake pad, brake shoe untuk kendaraan bermotor dan suku cadang kereta api. Untuk sepeda motor, kapasitas produksinya sebanyak 14.100 set brake shoe dan 309.000 set brake pad per bulan. Sedangkan untuk mobil, kapasitas produksi per bulan sebanyak 10.700 set brake pad, kereta api sebanyak 4.300 unit pedestal, 550 unit wear plate, 650 unit centerliner, 4.300 unit bolster, 5.100 unit break shoe, dan heavy duty/Truk sebanyak 1.800 set lining.

Lebih jauh dikatakan Hanny, Perseroan sedang berada dalam fase pengembangan ke industri suku cadang kereta api, yang mampu menyediakan suku cadang berkualitas internasional dengan harga lokal yang bersaing. Perseroan telah melakukan uji coba brake shoe kereta api untuk PT KAI.

Selain itu, Perseroan sedang dalam proses pembicaraan prospek sebagai pemasok suku cadang kampas rem KAI dan MRT. Di sisi lain, Perseroan sedang memulai negosiasi memasok kampas rem dan plat kopling kendaraan bermotor kepada sebuah perusahaan armada transportasi terbesar di Indonesia. Adapun saat ini, Perseroan sudah memulai pasokan kampas rem untuk kendaraan berat berupa truk tambang.

Hingga 31 Mei 2019, pendapatan usaha Perseroan mencapai Rp 10,03 miliar. Sedangkan pendapatan usaha sepanjang 2018 sebesar Rp 7,6 miliar dan 2017 sebesar Rp 2,7 miliar.

Sebagian besar pendapatan usaha Perseroan dikontribusi oleh penjualan dari suku cadang kereta api, yang tumbuh secara signifikan sejak 2017 sebesar 3,72% menjadi 54,96% per 31 Mei 2019.

Adapun total aset Perseroan per 31 Mei 2019 senilai Rp 33,47 miliar, total liabilitas Rp 12,49 miliar, dan total ekuitas Rp 20,98 miliar. "Kegiatan usaha Perseroan juga ditopang oleh prospek ekonomi nasional dan industri otomotif," pungkasnya.



Sumber: Majalah Investor