Bursa Saham AS Bervariasi Dipicu Korona dan Laba Emiten

Bursa Saham AS Bervariasi Dipicu Korona dan Laba Emiten
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
/ WBP Jumat, 24 Januari 2020 | 08:31 WIB

New York, Beritasatu.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB (24/1/2020) ditutup bervariasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 26,18 poin (0,09 persen) menjadi 29.160,09 poin. Indeks S&P 500 bertambah 3,79 poin (0,11 persen) menjadi 3.325,54 poin. Indeks Komposit Nasdaq menambahkan 18,71 poin (0,2 persen) menjadi 9.402,48 poin.

Indeks Nasdaq membukukan rekor penutupan tertinggi dibantu kenaikan Netflix, sementara berita tentang wabah virus korona yang menyebar dari Tiongkok dan hasil laba yang beragam mengendalikan pasar.

Indeks S&P dan Nasdaq keduanya diperdagangkan turun sebelum berita di akhir sesi bahwa Gilead Sciences Inc menilai obat Ebola eksperimentalnya sebagai pengobatan yang mungkin untuk virus korona.

Bahkan ketika para pejabat kesehatan di Tiongkok mengisolasi jutaan orang dalam upaya mengendalikan wabah virus korona, yang telah merenggut 18 nyawa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan agak terlalu dini untuk menyatakan darurat kesehatan global.

Wabah telah menekan pasar ekuitas global, ketika jutaan orang Tiongkok sedang bersiap untuk melakukan perjalanan untuk Tahun Baru Imlek, yang dimulai Sabtu (25/1/2020).

Sementara musim pelaporan kuartal keempat semakin menguat. Analis memperkirakan laba kuartal keempat mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen dari setahun lalu. Dari 74 perusahaan dalam S&P 500 yang telah membukukan hasil, 67,6 persen telah mengalahkan ekspektasi konsensus, menurut data Refinitiv.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, enam sektor ditutup di zona merah. Sektor perawatan kesehatan mencatat penurunan persentase terbesar, sedangkan industri menikmati keuntungan terbesar.

Netflix melonjak 7,2 persen, rebound dari kerugian yang dipicu oleh perkiraan mengecewakan awal pekan ini.

 



Sumber: Reuters, Antara