IHSG Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan

IHSG Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di Kresna Sekuritas, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (06/01/2020) diprediksi masih mampu bertahan menguat di tengah tekanan sentimen global. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,04 persen atau 66,06 poin ke level 6.257,40 pada akhir perdagangan hari ini. Adapun sebanyak 4 saham menguat, 28 saham melemah, dan 639 saham stagnan dari 671 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif pada Senin (6/1) pagi, dipimpin aneka industri (-1,31 persen) dan finansial (-1,30 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak positif adalah tambang (+0,78 persen). ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 14 Februari 2020 | 09:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hariyanto Wijaya, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih rendah kemarin, Kamis (13/2/2020) dan mencapai level terendah sejak Mei 2019 di belakang kurangnya katalis positif dan dikabarkan kegagalan pembayaran beberapa manajemen aset dan perusahaan asuransi membebani JCI.

Penghitung bank besar (BBRI, BMRI, dan BBNI) dapat ditutup di wilayah positif kemarin.

"Kami berharap IHSG akan diperdagangkan mixed untuk lebih rendah hari ini," kata Hariyanto dalam risetnya hari ini, Jumat (14/2/2020).

Indeks AS tergelincir dari rekor tertinggi pada Kamis karena investor menilai lonjakan kasus coronavirus yang dilaporkan. WHO mencatat bahwa peningkatan tajam dalam kasus yang dikonfirmasi di provinsi Hubei di Tiongkok terutama dikaitkan dengan metode diagnosis yang direvisi.



Sumber: BeritaSatu.com