Ketegangan AS-Tiongkok Meningkat, Yield Obligasi Paman Sam Turun

Ketegangan AS-Tiongkok Meningkat, Yield Obligasi Paman Sam Turun
Donald Trump dan Xi Jinping. ( Foto: AFP )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 22 Mei 2020 | 16:55 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Harga surat utang pemerintah AS naik pada hari Jumat (22/5/2020) menyusul ketegangan AS-Tiongkok terkait isu Hong Kong dan pengetatan listing perusahaan asing, pada khususnya Tiongkok, di Wall Street.

Yield untuk obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun turun ke 0,6428 persen, sementara yield untuk obligasi 30 tahun juga turun ke 1,3517 persen. Semakin rendah yield, semakin mahal harga obligasi.

Menurunnya yield adalah reaksi investor atas rencana Tiongkok memberlakukan UU keamanan nasional baru yang lebih ketat di Hong Kong. Hal ini berpotensi memicu gelombang protes antipemerintah oleh warga Hong Kong. Negara-negara barat yang prodemokrasi juga bakal tidak senang jika Tiongkok membatasi kebebasan Hong Kong.

Pada hari Rabu (20/5/2020), Senat AS meloloskan legislasi yang membatasi perusahaan Tiongkok melakukan listing di pasar modal AS atau menarik dana dari investor AS, kecuali mereka mematuhi peraturan dan standard audit Washington.

Rancangan undang-undang (RUU) tersebut melarang perusahaan yang dikendalikan oleh pemerintah asing untuk listing di bursa AS. RUU itu juga mengatakan, jika regulator AS tidak bisa mengaudit perusahaan selama tiga tahun berturut-turut, maka sahamnya akan dilarang diperdagangkan.

Di sisi lain, Tiongkok tidak akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2020 karena penuh ketidakpastian akibat Covid-19.

Tidak ada rilis data ekonomi, pidato The Fed atau lelang obligasi hari ini karena AS menjalani libur panjang Memorial Day hingga Senin.



Sumber: BeritaSatu.com