Dow Naik 110 Poin Tertolong Saham Teknologi

Dow Naik 110 Poin Tertolong Saham Teknologi
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Timothy A. Clary)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 1 Agustus 2020 | 05:25 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (1/8/2020) didorong saham perusahaan teknologi besar. Pemimpin pasar yakni Amazon, Apple dan Facebook melonjak setelah membukukan hasil kuartalan yang cemerlang.

Dow Jones Industrial Average naik 114,67 poin, atau 0,4 persen menjadi 26.428,32 setelah sempat turun 300 poin. S&P 500 naik 0,7 persen atau 24,90 poin, menjadi 3,271.12, sementara Nasdaq Composite naik 1,4 persen atau 157,46 poin, menjadi 10,745,27, dipimpin lonjakan 10 persen saham Apple.

Baca jugaPDB AS Turun 32,9%, Wall Street Melemah

Rata-rata indeks utama di Wall Street mengakhiri bulan Juli dengan kenaikan kuat dan membukukan bulan keempat berturut-turut positif. S&P 500 naik 5,5 persen pada Juli, sementara Dow dan Nasdaq Composite masing-masing naik 2,3 persen dan 6,8 persen.

Namun beberapa berita utama negatif membatasi kenaikan pada Jumat seperti tunjangan pengangguran akan berakhir, namun Kongres dan Gedung Putih belum mencapai kesepakatan. Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan para pemimpin Partai Demokrat telah menolak empat penawaran mengenai RUU Bantuan corona.

Komponen Dow, Chevron turun 2,7 persen setelah raksasa minyak itu melaporkan kerugian US$ 8,3 miliar pada kuartal kedua karena pandemi. Faktor negatif lainnya indeks sentimen konsumen Universitas Michigan bulan Juli 72,5 atau turun dari 78,1 pada Juni dan di bawah perkiraan Dow Jones 72,7.

Namun berita baiknya, Apple melaporkan kinerja kuartal membaik sehingga membuat sahamnya naik 10,4 persen. Perusahaan mengatakan penjualan meningkat 11 persen. Kenaikan Jumat membuat Apple mengambil alih Saudi Aramco untuk menjadi perusahaan paling berharga di dunia.

Amazon melonjak 3,7 persen setelah perusahaan melaporkan penjualan selama pandemi Covid-19. Saham Facebook menguat lebih 7 persen karena raksasa media sosial itu membukukan pertumbuhan pendapatan 11 persen di tengah perlambatan pandemi.

Google dan induknya Alphabet juga merilis pendapatan lebih baik dari yang diperkirakan, tetapi pendapatan keseluruhan perusahaan menurun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pendapatan untuk Google Cloud juga tepat di bawah ekspektasi analis. Saham alphabet turun lebih 3 persen pada hari Jumat.

"Jelas, tidak ada yang meragukan salah satu dari perusahaan-perusahaan itu, fakta kinerja mereka melampaui harapan," kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge, mengatakan dalam sebuah catatan Jumat.

Big Tech telah menjadi pendukung di Wall Street pada tahun ini. Amazon dan Apple masing-masing naik 71 persen dan 44 persen pada tahun 2020. Facebook dan Alphabet telah naik dua digit selama periode itu.

Sementara investor terus beralih ke aset safe-haven di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi. Emas berjangka melonjak ke level tertinggi sepanjang masa dari US$ 2.005,4 per ounce pada Jumat, melewati US$ 2.000 untuk pertama kalinya.



Sumber: CNBC