Pangsa Pasar Campina Ditargetkan Naik 15%
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pangsa Pasar Campina Ditargetkan Naik 15%

Selasa, 24 Februari 2015 | 11:40 WIB
Oleh : Lona Olavia / PCN

Jakarta- PT Campina Ice Cream Industry menargetkan pertumbuhan penjualan pada tahun 2015 ini bisa mencapai angka 20%. Seiring kenaikan itu, target pangsa pasar (market share) juga diharapkan naik 15% dari kenaikan 13,1% pada tahun lalu. Adapun posisi Campina berada di nomor dua dengan penguasaan market share saat ini sebesar 24,6%. Sedangkan, Unilever di 73,7%, Indoeskrim Dairy Food 1,1%, Diamond Cold Storages Ind 0,3%, dan Haagen Dazs 0,2%.

National Sales Manager & Marketing Manager Campina Adji Andjono mengatakan, untuk mendukung pertumbuhan penjualan tahun ini, pihaknya berencana menambah pabrik. "Pabrik saat ini masih di Surabaya. Kita ada rencana untuk menambah kapasitas karena market makin berkembang. Cari tanah tak mudah karena pabrik es krim harus cari sumber air dan dukungan listrik yang kuat. Tapi, sepertinya masih di Pulau Jawa pabriknya," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/2).

Tahun ini, Campina juga berencana membangun kantor cabang di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu, perusahaan es krim ini meluncurkan logo baru dan pihaknya akan terus menjaga kedekatannya dengan konsumen. "Kita buka pabrik untuk dikunjungi oleh anak-anak. Sehari ada tiga shift, Senin-Jumat. Kita kelola secara serius, sudah 250.000 anak yang berkunjung. Ini supaya lebih dekat dengan konsumen," pungkasnya.

Cara lain adalah dengan menghadirkan inovasi baru soal varian rasa es krim yang ditawarkan. Lalu, terus bekerjama sama dengan Nickelodeon untuk menghadirkan es krim karakter, seperti Sponge Bob, Turtles, dan Blue Jack untuk memanjakan konsumen di pangsa pasar anak-anak. "Setiap tahunnya biasa kita tarik lima, kita tempatkan lagi yang baru lima," ucapnya seraya menambahkan saat ini sudah ada 75 produk yang beredar di pasaran.

Produsen es krim sejak tahun 1972 ini, tambah Adji juga akan memperdalam segmen middle up dengan menambah gerai Campina Parlour. Saat ini, baru ada tujuh gerai antara lain di Alam Sutera, Sudirman, Ampera, dan Bintaro. "Satu sampai dua tahun ke depan akan kita matangkan lebih lagi, karena konsep ini baru berjalan dua tahun. Kalau untuk tahun ini kita harap sudah ada 15 gerai," imbuhnya.

Dia mengatakan, potensi pertumbuhan konsumsi es krim di Indonesia masih akan terus naik.Mengingat, hingga saat ini konsumsi es krim di Indonesia masih cukup rendah dibandingkan negara lain yakni hanya sebesar 0,6 liter per kapita per tahun. Di Malaysia konsumsi kuliner ringan ini sebesar 2,1 per kapita per tahun, Singapura sebesar 5,5 per kapita per tahun, menyusul Australia sebesar 17,6 per kapita per tahun.

Dengan masih besarnya potensi pertumbuhan konsumsi es krim di dalam negeri, Campina masih akan fokus untuk memenuhi permintaan es krim dalam negeri. "Dengan ekonomi besar ini, negara lain akan melihat Indonesia sebagai pasar. Jadi, kami tak berpikir soal ekspor dulu. Kecuali, kalau sudah punya kapasitas yang lebih," kata Adji.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Mentan Panen Raya Padi di Demak

"Kalau kondisi seperti dapat dipertahankan, saya yakin sebentar lagi harga beras akan turun dan swasembada pangan terwujud," ujar Andi.

EKONOMI | 24 Februari 2015

Kemperin Dorong Penyebaran Industri di Luar Pulau Jawa

"Secara perlahan sektor industri pengolahan non migas mulai bergeser ke luar Pulau Jawa."

EKONOMI | 24 Februari 2015

Euro Bantu Rupiah Menguat

Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, bergerak menguat sebesar 17 poin menjadi Rp 12.849 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.866 per dolar AS

EKONOMI | 24 Februari 2015

Central Group Ekspansi Bisnis di Indonesia

Central Group diketahui tengah mengincar perusahaan-perusahaan di luar negeri untuk diakuisisi, terutama di Vietnam, Indonesia, dan Malaysia.

EKONOMI | 24 Februari 2015

Central Group Ekspansi Bisnis di Indonesia

Perusahaan ini telah menyiapkan dana 37 miliar baht atau Rp 14,69 triliun untuk ekspansi bisnis di dalam negeri dan ASEAN, termasuk Indonesia.

EKONOMI | 24 Februari 2015

Menperin Pimpin Rakor Pembangunan Industri di Padang

"Sektor industri pengolahan nonmigas juga masih memberikan kontribusi terbesar pada struktur PDB nasional, yang mencapai 20,84 persen," ujar Saleh.

EKONOMI | 24 Februari 2015

Besok Pelayaran ke NTT Dibuka Kembali

Pelayaran ditutup sejak Jumat pekan lalu, akibat cuaca buruk.

EKONOMI | 24 Februari 2015

Teknologi Pakan Ikan Mandiri Tekan Biaya 50 Persen

Formulasi pakan penting karena 60-70 persen biaya total budidaya air tawar untuk pembelian pakan, terutama tepung ikan dan tepung bungkil kedelai.

EKONOMI | 24 Februari 2015

Jasa Raharja Salurkan Rp 1,21 Triliun dalam Santunan Sepanjang 2014

Angka kecelakaan di tahun 2014 menurun 8 persen

EKONOMI | 24 Februari 2015

Menteri Desa Sebut Kenaikan Harga Beras Masalah Serius

Marwan Jafar mengatakan kenaikan harga beras yang diikuti kenaikan harga bahan pokok lainnya seperti telur, sayuran, daging, dan gula, adalah hal serius.

EKONOMI | 24 Februari 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS