KH Ma'ruf: Indonesia Harus Bersyukur Miliki Pancasila
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

KH Ma'ruf: Indonesia Harus Bersyukur Miliki Pancasila

Senin, 18 September 2017 | 06:54 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / PCN

Jakarta- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan, bangsa Indonesia harus bersyukur karena memiliki Pancasila. Berkat Pancasilalah bangsa Indonesia bisa hidup damai dalam bingkai keindonesiaan yang harmoni.

"Yang lebih hebat lagi adalah tokoh-tokoh yang tadinya ingin menjadikan negara ini sebagai negara Islam, mereka bersedia mengubah pendirian itu," kata KH Ma'ruf Amin yang disampaikan melalui makalah kepada para kiai yang hadir dalam Silaturrahmi dan Halaqoh Ulama, Umaro, dan Tokoh Masyarakat dengan tema, "Merumuskan Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia Tentang Bahaya Radikalisme dan Terorisme" di Pesantren Al Munir, Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (17/9).

Menurut Ma'ruf, pemahaman agama yang radikal akan menimbulkan masalah. Karenanya, lanjut Ma'ruf, pemahaman agama yang moderat sangat penting untuk menangkal radikalisme. Lebih dari itu, tuturnya, agama harus juga memberikan penguatan terhadap masalah yang ada baik politik, kebangsaan, maupun kenegaraan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Munir DR KH Achmad Abu Naim Muiz mengatakan, perlu adanya peran para ulama dan kiai untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam persatuan. "Sebab, kunci persatuan ini adalah duduk bareng dan komunikasi. Selama ini kita lakukan dengan niat yang baik, insya Allah dapat terwujud persatuan itu. Ulama dan kiai bisa menjadi ujung tombak itu," kata KH Naim.

Acara Halaqoh ini dihadiri kiai dan tokoh dari berbagai wilayah di Jatim seperti Madura, Pulau Raas, Lamongan, Nganjuk, Blitar, Malang, Tuban, Jombang, dan wilayah lainnya. Acara sedikitnya dihadiri peserta dari 30 Kabupaten/Kota di Jatim.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengeruh ajaran radikal dengan konsep jihad yang keliru dan salah. Para kiai, ustad dan santri harus menyampaikan kepada masyarakat dan mengajarkan Islam rahmatal lil alamin,” ujar Gus Naim. Ia mengatakan bahwa bibit-bibit aliran paham radikal sudah ada di Jawa timur seperti mengkafirkan orang lain.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengapresiasi acara Halaqoh yang digelar di Ponpes Al Munir ini.

"Beliau mengapresiasi kegiatan ini karena sharing atau berbagi ilmu," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin yang disampaikan Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Wahyudi Hidayat yang membacakan sambutan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud yang diminta mewakili Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar negeri.

Kapolda pun meminta kepada semua elemen bangsa baik itu pemerintah, ulama, maupun tokoh masyarakat untuk bersinergi memerangi terorisme dan radikalisme.

"Peranan ulama, tokoh agama, kiai, santri, itu penting dalam menjaga keutuhan NKRI, perkuat toleransi serta mengedepankan dialog," kata Irjen Pol Machfud Arifin.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Basarnas: KM Fungka Permata Hilang Kontak

Kapal dengan penumpang 14 orang tersebut berangkat dari pelabuhan Murhum Baubau menuju Tomia Wakatobi.

NASIONAL | 17 September 2017

Ditahan KPK di Rutan Cipinang, Wali Kota Batu Bantah Terima Suap

Usai diperiksa penyidik, Eddy yang telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye membantah telah menerima suap.

NASIONAL | 17 September 2017

PBNU: Kiai Jaga Umat dari Paham Radikal

Kiai Nahdlatul Ulama harus berada di garda terdepan dalam menjaga dan memelihara umat, khususnya dari pengaruh paham radikal.

NASIONAL | 17 September 2017

Koperasi Astra Salurkan Beasiswa Rp 46 Miliar

Koperasi Astra hingga 2017 secara akumulatif telah menyalurkan dana beasiswa sebesar Rp 46,32 miliar untuk membantu biaya pendidikan 30.904 siswa.

NASIONAL | 17 September 2017

Bertemu Sultan Cirebon, Hasto Diskusi Warisan Budaya

Festival Jeraton Nusantara digelar 15-20 September, hadir 50 keraton dan 100 peninjau.

NASIONAL | 17 September 2017

Tujuh Napi Kabur dari Lapas Timika, Satu Berhasil Dibekuk

Para Napi tersebut kabur usai pelaksanaan ibadah hari Minggu di dalam kompleks Lapas.

NASIONAL | 17 September 2017

Upaya YKI dan Mundipharma Dorong Kampanye Pencegahan Kanker

Lebih dari 1.500 peserta dan 200 penyintas kanker mengikuti kegiatan Betadine Retro Run 2017.

NASIONAL | 17 September 2017

BNPP Implementasikan Program Nawacita Jokowi-JK

Jokowi-JK bertekad membangun Indonesia dari pinggiran.

NASIONAL | 17 September 2017

Mensos Serahkan Bantuan pada Mantan Napi Teroris

Sebagai upaya deradikalisasi melalui penguatan ekonomi masyarakat.

NASIONAL | 17 September 2017

Wali Kota Batu Lunasi Pembelian Alphard dengan Uang Suap

Nilai suap 10 persen dari proyek pengadaan meubelair di Pemkot Batu.

NASIONAL | 17 September 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS