Pulau D Tampak Lengang, Tidak Tampak Ada Penyegelan

Pulau D Tampak Lengang, Tidak Tampak Ada Penyegelan
Suasana lengang tampak di lokasi Pulau D, yang berada di sisi Utara dari kawasan elite Pantai Indah Kapuk (PIK), 5 Desember 2018. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FMB Kamis, 6 Desember 2018 | 15:30 WIB

Jakarta - Suasana lengang tampak ketika Suara Pembaruan mendatangi langsung lokasi Pulau D, yang berada di sisi Utara dari kawasan elite Pantai Indah Kapuk (PIK), Rabu (5/12) sore.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengelola tiga pulau reklamasi di Teluk Jakarta, yakni Pulau C, Pulau D, dan Pulau G pada Jumat (23/11) lalu.

Keputusan itu didasarkan pada Pergub DKI Nomor 120 Tahun 2018 yang baru disahkan pada 16 November 2018 silam yang menugaskan Jakpro mengelola tanah kontribusi hasil reklamasi di tiga pulau tersebut perihal perencanaan, pembangunan, dan pengembangan prasarana, sarana, dan utilitas untuk kepentingan publik sesuai Perda dan UU yang berlaku.

Tidak tampak segel ataupun plang yang disebutkan sempat dipasang di sejumlah bangunan yang dianggap tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada saat penyegelan oleh Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Sejumlah petugas keamanan internal masih berada di sekitar area untuk mengawasi gedung dan jembatan menuju area tersebut. Sejumlah pekerja kebun juga tampak sibuk membersihkan ilalang di areal tengah taman dari akses jalan utama Pulau D tersebut.

Sejumlah kendaraan pribadi dan kendaraan maintenance juga tampak memasuki kawasan Pulau D. Bahkan bus Transjakarta berwarna biru yang melintas Komplek PIK juga turut berputar di area Pulau D setelah melewati Yayasan Buddha Tzu Chi.

Dari pengamatan melalui Jembatan Pulau D sisi Timur, tampak dari kejauhan sejumlah dump truck besar berwarna hijau beraktivitas di ujung sisi Timur pulau D itu dengan latar belakang tampak pula Apartemen Regatta di Komplek Pantai Mutiara. 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE