Pengelola Bus Trans Patriot Diminta Tambah Rute

Pengelola Bus Trans Patriot Diminta Tambah Rute
Pengelola Bus Transpatriot diminta menambah rute baru untuk mengakomodir tempat tujuan warga Kota Bekasi. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / FER Kamis, 6 Desember 2018 | 16:40 WIB

Bekasi - Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB), Harun Alrasyid, menekankan perlunya sosialisasi dan penambahan rute yang lebih panjang terhadap pengoperasian Bus Trans Patriot. Hingga kini, armada transportasi massal milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi ini belum diminati warga.

"Sosialisasi Trans Patriot perlu waktu yang panjang, sehingga masyarakat tahu, kapan, kemana rutenya dan di mana shelter-nya. Karena itu, sosialisasi harus terus gencar dilakukan. Kalau pengalaman beberapa pengelola trek bus yangg baru, kurang lebih sekitar 6 bulanan sosialisasi terus," ujar Harun Alrasyid, Kamis (6/12).

Selain itu, kata dia, kemacetan yang dilalui Bus Trans Patriot membuat masyarakat akan memilih moda transportasi yang lebih cepat. "Pilihan ojol (ojek online) menjadi alternatif untuk menembus kemacetan," ucapnya.

Faktor penyebab lainnya bus ini kurang diminati, sambung Harun, rute bus belum tentu sesuai dengan destinasi yang diinginkan pengguna. "Karena itu, perlu dirancang penambahan rute sesuai dengan kepentingan masyarakat. Rute yang ada sekarang adalah proses pembelajaran dan evaluasi untuk melihat efektivitas Trans Patriot serta menjadi bahan pertimbangan untuk penambahan rute berikutnya," ungkapnya.

Namun dari berbagai faktor hambatan tersebut, pilihan moda transportasi massal masih menjadi pilihan terbaik saat ini. "Saya kira, perlu waktu bagi pengelola untuk menjadikan Bus Trans Patriot sebagai alternatif terbaik untuk mobilitas warga," pungkasnya.

Hingga pekan kedua ini, pengelola bus masih menggratiskan tarif. Setelah itu, akan dikenakan tarif Rp 3.500 per penumpang.

Di dalam bus ini terdapat beberapa fasilitas yang membuat penumpang merasa nyaman, seperti pendingin udara, kamera pengintai (CCTV) di atas sopir bus dan bangku belakang serta kamera pengintai ke arah luar bus, 20 tempat duduk serta satu tempat duduk prioritas, pegangan tangan untuk berdiri, alat pemadam api ringan (Apar) kecil, serta alat pemecah kaca dan tombol pemberhentian bus.

Jam operasional bus mulai pukul 05.00-21.00 WIB, setiap hari. Selama satu hari, satu bus dapat beroperasi hingga enam rit (pulang pergi).



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE