Tilang Elektronik, 2.581 Kendaraan Terkonfirmasi Lakukan Pelanggaran

Tilang Elektronik, 2.581 Kendaraan Terkonfirmasi Lakukan Pelanggaran
Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (9/11/2018). Sejak hari pertama diberlakukan, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya mencatat ada 600 pelanggar tilang elektronik, 100 diantaranya sudah diberikan surat konfirmasi. ( Foto: Antara / Rivan Awal Lingga )
Bayu Marhaenjati / WBP Jumat, 7 Desember 2018 | 15:11 WIB

Jakarta-Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 4.321 kendaraan terekam atau tercapture kamera pengawas atau CCTV sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), melakukan pelanggaran lalu lintas, sejak 1 November hingga 6 Desember 2018. Sebanyak 2.581 pelanggar sudah terkonfirmasi, 679 telah mengklarifikasi atau membalas surat konfirmasi dan 439 sudah melakukan pembayaran denda tilang.

"Rekap hasil penegakkan hukum dengan sistem ETLE selama 36 hari, kendaraan yang sudah diblokir sementara (surat tanda nomor kendaraannya) sebanyak 183 unit. Sedangkan, pelanggar yang sudah mendapatkan putusan pengadilan sebanyak 258," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Jumat (7/12).

Budiyanto menyampaikan, sistem penegakan hukum dengan ETLE sudah berjalan secara efektif, sejak tanggal 1 November 2018 lalu. Sebelumnya, sistem ini sudah melalui proses cukup panjang mulai dari perencanaan, pengkajian, koordinasi antar-instasi, termasuk Pengadilan Negeri di lima wilayah DKI Jakarta, terkait penetapan hukumnya.

"Sudah melalui tahapan yang jelas dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat. Pertama sosialisasi pada bulan Juli hingga September, kemudian uji coba tanggal 1 hingga 31 Oktober, dan implementasi tanggal 1 November," katanya.

Diketahui, ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas dengan menggunakan kamera Automatic Number Plate Recognition (ANPR) yang dapat mendeteksi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) secara otomatis.

Pelanggar yang tercapture kamera ETLE akan langsung diverifikasi oleh petugas back office di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, untuk memastikan validitas kendaraan dan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Selanjutnya, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan melalui PT Pos atau melalui alamat email dan nomor handphone pelanggar. Proses tersebut akan dilakukan 3 hari setelah terjadinya pelanggaran. Dalam surat konfirmasi akan disertakan foto bukti pelanggaraan itu.

Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi ulang penerimaan melalui website www.etle-pmj.info atau aplikasi android ETLE-PMJ. Pemilik kendaraan juga dapat mengirimkan blanko konfirmasi tersebut ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Pelanggar diberikan waktu 5 hari untuk melakukan konfirmasi.

Melalui metode konfirmasi itu, pemilik kendaraan dapat mengklarifikasi siapa yang menjadi subyek pelanggar, termasuk bila kendaraan telah dijual ke pihak lain dan belum dilakukan proses balik nama.

Setelah surat konfirmasi diterima, pelanggar akan diberikan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran serta kode BRI virtual sebagai kode virtual pembayaran ETLE melalu bank BRI. Selanjutnya, pelanggar diberikan waktu selama 7 hari lagi untuk membayar denda tilang. Jika tidak ada pembayaran akan dilakukan pemblokiran STNK sementara sampai denda tersebut dibayarkan.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE