Angkot yang Bersinggungan dengan Rute Transpatriot Makin Berkurang

Angkot yang Bersinggungan dengan Rute Transpatriot Makin Berkurang
Bus Transpatriot. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Nimam )
Mikael Niman / AB Jumat, 11 Januari 2019 | 11:40 WIB

Bekasi - Sebagian sopir angkutan kota (angkot) yang bersinggungan dengan bus Transpatriot, mulai pasrah. Mereka tak bisa berbuat banyak terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang mengoperasikan bus ukuran 3/4 tersebut. Terlebih lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengeluarkan kebijakan tidak akan memperpanjang izin trayek angkot yang sudah berusia di atas 15 tahun.

"Penumpang kami semakin berkurang sejak ada ojek online. Di jalan semakin macet, penumpang memilih kendaraan lain," ujar Iyan (35), sopir K25 jurusan Pulogebang-Rawapanjang, Jumat (11/1).

Dia h‎anya berharap apabila pemerintah daerah membuka lowongan sopir bus Transpatriot, para sopir angkot ini yang direkrut. "Pemerintah daerah juga harus memperhatikan nasib kami," imbuhnya.

Saat ini, bus Transpatiot melayani ‎rute Harapan Indah-Terminal Induk Kota Bekasi yang berjarak sekitar 9,6 kilometer (km). Lalu, rute Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah, dengan jarak sejauh 14,7 km.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menegaskan tidak ada lagi peremajaan atau pembaruan angkot yang telah berusia di atas 15 tahun. Dengan begitu, angkot-angkot yang telah dimakan usia, tak boleh lagi beroperasi dan digantikan dengan moda transportasi massal, yakni bus Transpatriot, secara bertahap. Bus Transpatriot saat ini melayani rute ke halte-halte bus Transjakarta yang ada di Bekasi Barat dan Bekasi Timur sebagai bus pengumpan (feeder).

"Kami sudah menerapkan kebijakan untuk tidak melakukan peremajaan terhadap angkot yang usianya sudah di atas 15 tahun beroperasi," kata Sekretaris Dinas Dishub Kota Bekasi, Dedet Kusmayadi.

Dia mengatakan, kebijakan tidak meremajakan angkot berdampak terhadap semakin berkurangnya jumlah armada angkot di Kota Bekasi. Saat ini, jumlah angkot yang terdata mencapai 3.000 armada. "Kebijakan ini membuat jumlah angkot akan semakin berkurang, terutama angkot-angkot yang sudah tua dan kami akan menggantikannya dengan sistem transportasi massal yang lebih nyaman, lebih murah dan terintegrasi dengan bus Transjakarta, maupun LRT yang sedang dikerjakannya infrastrukturnya," ujarnya.

‎Berdasarkan catatan Dishub Kota Bekasi, angkot K25 jurusan Pulogebang-Rawapanjang yang masih beroperasi sebanyak 97 armada. Dibandingkan, beberapa tahun lalu jumlah angkot K25 mencapai ratusan armada. Trayek K25 ini bersinggungan langsung dengan bus Transpatriot, mulai dari Harapan Indah hingga kantor Wali Kota Bekasi. Lambat laun, angkot ini jumlahnya semakin menurun.

Selain K25, angkot lain yang bersinggungan langsung dengan ruet bus Transpatriot adalah K01 jurusan Perumnas III-Pulogadung dan angkot K30 jurusan Harapan Indah-Terminal Bekasi‎.

"Dengan sendirinya, angkot-angkot ini tidak beroperasi karena kami tidak memperpanjang izin trayek bagi angkot yang berusia di atas 15 tahun," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan