Skybridge Velodrome Ditargetkan Rampung Lebih Cepat

Skybridge Velodrome Ditargetkan Rampung Lebih Cepat
Ratusan pesepeda komunitas berkumpul di venue Velodrome Rawamangun usai mengikuti Jakarta Night Ride dari Patung Kuda Monumen Nasional (Monas), Jakarta Timur, Jumat malam, 3 November 2018. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
/ FER Jumat, 11 Januari 2019 | 22:38 WIB

Jakarta - Manajemen PT LRT Jakarta dan PT Transjakarta mengadakan survei terkait pembangunan skybridge yang akan mengintegrasikan Stasiun LRT Velodrome dengan Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun, Jumat (11/1).

Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta, Wijanarko, mengatakan Halte Pemuda Rawamangun akan direnovasi dengan menambah panjang dari 30 meter saat ini menjadi 60 meter untuk menampung penumpang dari Stasiun LRT Veledrome.

"Dari 30 meter jadi 60 meter ya. Dengan perkiraan kepadatan 5 orang per meter persegi," kata Wijanarko yang ditemui saat survei di Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun.

Wijanarko memperkirakan pembangunan skybridge akan selesai dalam waktu tiga hingga empat bulan dengan target operasional pada April. "Kira-kira tiga atau empat bulan. Kira-kira April," ujarnya.

Meski demikian, Dirut PT LRT Jakarta, Allan Tandiono, yang turut hadir dalam kegiatan survei, optimistis skybridge akan selesai lebih cepat, yaitu pada akhir Februari bertepatan dengan beroperasinya LRT Boulevard-Velodrome.

"Kami menargetkan akhir Februari semua stasiun bisa dioperasikan, kecuali Depo MRT Kelapa Gading. Jakpro dan PT LRT Jakarta masih menargetkan untuk mengoperasikan LRT Jakarta pada akhir Februari," kata Allan.

Terkait integrasi dan tarif LRT, Allan mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan dari pemprov DKI. "Kami masih menunggu penetapan dari Pemprov DKI. Nanti rencananya berbarengan dengan MRT," katanya.



Sumber: ANTARA