Anies Diminta Tinjau Ulang Pergub 132/2018

Anies Diminta Tinjau Ulang Pergub 132/2018
Ketua Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Apartemen The Lavande Residences, Hardi Saputra Purba, bersama pengurus lainnya. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 14 Maret 2019 | 10:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) Apartemen The Lavande Residence (ATR), Hardi Saputra Purba, meminta Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 132 tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik ditinjau kembali untuk menghindari polemik di belakang hari.

"Saya mengimbau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut Pergub daripada bermasalah di belakang hari. Akan banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh Pergub yang bertentangan dengan peraturan di atasnya," kata Hardi, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Baca Juga: P3RSI Kritisi Aturan Pengelolaan Rusun

Hardi mencontohkan, pasal 103 Pergub DKI Jakarta yang bertentangan dengan pasal 37 Permen PUPR Nomor 23/PRT/M/2018 tentang Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun yang menyebutkan dalam hal kepengurusan PPPSRS itu masih berjalan atau belum berakhir, maka penyesuaian-penyesuaian, termasuk perubahan AD/ART, pembentukan panmus (panitia musyawarah), dan lain-lain, itu dilaksanakan setelah berakhirnya masa jabatan.

"Sementara di Pergub DKI, pasal 103 Pergub berbunyi dalam hal PPPSRS sudah terbentuk dan jangka waktu kepengurusannya belum berakhir pada saat Peraturan Gubernur ini berlaku, maka penyesuaian struktur organisasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Tata Tertib PPPSRS dilakukan paling lambat tiga bulan terhitung sejak Peraturan Gubernur ini mulai berlaku," jelas Hardi.

Hardi juga mempersoalkan pernyataan Anies yang malah menyebutkan praktik-praktik ketidakadilan ini jamak dilakukan mayoritas rumah susun (apartemen) di Jakarta serta rencananya untuk mengembalikan pengelolaan apartemen berdasarkan prinsip keadilan, termasuk melibatkan penghuni sebagai pengurus.

"Padahal Anies hanya mendengar keluhan dari beberapa oknum penghuni yang sebenarnya punya kepentingan terhadap pengurusan PPPSRS di The Lavande Residence," ujar Hardi.

Baca Juga: REI Minta Pemerintah Benahi Regulasi

Polemik kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Apartemen The Lavande Residences (TLR) berawal dari sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik, Senin (18/2/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Anies disambut dengan keluh kesah puluhan penghuni yang sudah menunggunya. Para penghuni mengadu kepada Anies pengelola apartemen senewang-wenang menaikkan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) dan pengurus Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) adalah 'boneka' developer.

Mendengar keluhan-keluhan tersebut, Anies mengeluarkan pernyataan yang dinilai sangat emosional, tanpa mengecek dan mendalami persoalan riil yang terjadi di apartemen itu.

Baca Juga: Pergub 132/2018 Dinilai Jamin Hak Warga

Hardi mengatakan, ada oknum (penghuni) yang tidak terakomodir kepentingannya, akhirnya bermanuver seperti ini. Oknum ini pernah berusaha memasukan vendor untuk satu pekerjaan dan minta vendornya dapat diterima.

"Waktu itu kami tolak halus, karena kontrak dengan pihak lain sedang berjalan. Harusnya kita tunggu selesai kontraknya. Tapi dia tidak sabaran, akhir dia menjelek-jelekkan pengurus PPPSRS," ujar Hardi.

Hardi mempersilahkan, oknum-oknum yang mengadu kepada Anies membuktikan tuduhan secara hukum. Misalnya pengurus PPPSRS itu 'bonekanya' developer. Hardi tak terima dituduh sebagai 'boneka' developer, karena sampai detik ini dia tidak pernah bekerjadi Agung Podomoro Group (APG).

"Saya murni profesional. Silahkan buktikan sendiri. Tapi semangatnya sama, bahwa kita ingin menjalankan Pergub. Cuma jangan sampai Pergub itu bertentangan dengan peraturan yang tinggi di atasnya. Kita sudah sampaikan beberapa pasal yang bertentangan dengan Permen," tegas Hardi.



Sumber: BeritaSatu.com