Operasional Komersil MRT, Warga Terlihat Antusias

Operasional Komersil MRT, Warga Terlihat Antusias
Para penumpang mengantre di loket tiket Stasiun MRT Lebak Bulus. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / YUD Senin, 1 April 2019 | 12:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, mulai beroperasi secara komersil atau berbayar, pada Senin (1/4/2019) hari ini. Masyarakat cukup antusias menumpang kereta yang juga disebut Ratangga itu.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Senin (1/4/2019), puluhan penumpang MRT nampak mengantre di loket tiket Shelter Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB. Usai membeli tiket atau mengisi saldo, para penumpang dengan tertib naik ke atas untuk menumpang MRT. Pun ketika menunggu kereta datang, mereka terlihat berbaris rapi di pembatas warna kuning.

Selain berangkat bekerja, ada pula warga yang memanfaatkan kereta bawah tanah sekaligus layang itu menuju ke Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, untuk berolahraga. Bahkan, masih ada yang hanya sekadar mencoba kereta kebanggaan warga Jakarta itu.

Rama Setiahadi (31) mengaku, baru pertama kali menumpang moda transportasi massa itu. Pagi ini, dia menumpang MRT dari Shelter Sudirman menuju Lebak Bulus.

"Saya baru pertama kali. Menurut saya cukup membantu, terutama dari sisi waktu. Kalau naik mobil dari Sudirman ke Lebak Bulus bisa satu jam lebih. Ini hanya sekitar 30 menit. Menolong banget ini," ujar Rama kepada Beritasatu.com, Senin (1/4/2019).

Rama yang merupakan warga Bekasi, mengatakan, konektivitas MRT dengan angkutan lainnya sudah cukup baik. Dirinya berangkat kerja dari rumah menuju Stasiun Bekasi, kemudian menumpang KRL menuju Stasiun Sudirman. Sejurus kemudian, dia berpindah angkutan dengan menumpang MRT menuju Lebak Bulus.

"Dari sisi biaya jauh lebih murah. Biasanya saya naik mobil, bisa habis Rp 150.000 ribu, belum tol. Harga tiket (MRT) Rp 14.000 layaklah," ungkap pegawai swasta di kawasan Lebak Bulus itu.

Sementara itu, Heri (44) mengatakan, MRT memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang menjalankan aktifitas di Ibu Kota Jakarta. Namun masih perlu peningkatan budaya tertib, termasuk memperbaiki konektivitas angkutan penyangga.

"Memang dari Lebak Bulus sampai Sudirman sudah baik, namun tinggal memperbaiki penyangganya atau feeder-feeder yang dibutuhkan. Beda kayak di Singapura itu sudah terkoneksi semua, mau nggak mau orang dipaksa untuk naik itu. Kalau ini kan, misalnya kita mau ke Kuningan harus turun ke Benhil atau Dukuh Atas, dan itu harus nyambung lagi, butuh waktu yang cukup lama," kata Heri yang berprofesi sebagai pekerja IT di Singapura itu.

Menyoal harga, Heri menuturkan, selama masih kompetitif dengan angkutan lain kemungkinan MRT akan diminati warga. "Harga Rp 14.000, sekarang kan masih banyak alternatif ojek online dan lainnya. Selama harganya kompetitif orang bisa berpikir ke sini. Tapi kalau saya pribadi, harga sama atau selisih Rp 2.000 pun saya masih pilih ojek online," katanya.

Sementara itu, Faisal (54) menuturkan, pelayanan MRT sudah sangat baik, kondisi kereta juga nyaman, bersih dan dingin. Namun, ia menilai harga tiket sebaiknya diturunkan agar masyarakat mau menumpang MRT.

"Harga tiket Rp 14.000 ribu, kalau saya bilang turunin lah sekitar Rp 10.000 atau 12.000. Kalau tiketnya mahal orang nanti larinya ke Transjakarta juga. Sayang kalau sepi, sudah dibangun bagus. Itu supaya menarik penumpang harganya murah," katanya.

Makin Siang Makin Ramai

Geliat penumpang MRT, justru nampak ketika hari semakin siang. Sekuriti MRT Anwar mengatakan, pada pagi hari penumpang Ratangga terlihat sepi. Namun, semakin siang penumpang makin ramai.

"Tadi pagi orang berangkat kerja jam 06.00 WIB, masih sepi penumpang. Ini malah makin ramai siang," katanya.

Menurut Anwar, memang terjadi penurunan penumpang pada hari ini, dibanding pada masa uji coba MRT. "Kalau waktu uji coba ya ramai, soalnya gratis. Sekarang kan sudah berbayar," tandasnya.

Razia Kendaraan

Sementara itu, anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, melakukan kegiatan penertiban serta penindakan terhadap angkutan kota serta ojek online yang parkir sembarangan di bawah kolong Fly Over MRT Lebak Bulus. Para petugas terlihat mengimbau agar pengemudi angkutan kota dan ojek online tidak parkir sembarangan.

"Ini operasi rutin. Sasarannya, angkutan umum dan angkutan barang. Termasuk sepeda motor. Kami bekerjasama dengan petugas Dishub. Ya supaya pengendara tertib berlalu lintas," kata petugas Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Supri.



Sumber: BeritaSatu.com