Sempat Digratiskan, Penumpang MRT Bayar Lagi

Sempat Digratiskan, Penumpang MRT Bayar Lagi
Penumpang menunggu kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) dari Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin 1 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / BW Selasa, 2 April 2019 | 09:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sempat digratiskan karena ticket vending machine (mesin tiket otomatis) dan passenger gate (gerbang pembayaran) tidak berfungsi dengan baik pada hari pertama operasional moda raya terpadu (MRT) Jakarta, maka hari ini, Selasa (2/4/2019), penumpang harus membayar.

Penumpang harus membayar sesuai tabel tarif yang telah ditentukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan pemberian diskon sebesar 50%.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan untuk sementara waktu ini, mesin tiket otomatis tidak akan difungsikan hingga pengujian ulang dapat memberikan hasil yang optimal.

“Sedangkan untuk passenger gate akan difungsikan normal kembali hari ini. Kartu Jak Lingko diperjualbelikan sebagai alat pembayaran utama MRT Jakarta dan dapat dibeli di gerai tiket,” kata Kamaluddin.

Berdasarkan evaluasi terhadap kendala di atas, maka pihaknya telah melakukan beberapa upaya perbaikan. Perbaikan itu di antaranya PT MRT Jakarta menginstruksikan kontraktor untuk menyelesaikan kendala teknis di sejumlah mesin tiket otomatis dan gerbang pembayaran yang bermasalah.

PT MRT Jakarta juga telah melakukan koordinasi dengan bank penerbit kartu uang elektronik dengan meminta untuk menyiapkan petugas di stasiun-stasiun. Para petugas tersebut bisa membantu penjualan dan menjelaskan mengenai kartu uang elektronik bank (u-nik bank) di stasiun MRT Jakarta, khususnya di Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Lebak Bulus Grab sebagai alternatif metode pembayaran selain single trip ticket (tiket perjalanan tunggal) MRT Jakarta.

“Untuk single trip ticket MRT Jakarta selain di gerai tiket juga akan dijual secara manual oleh pegawai MRT Jakarta sebelum memasuki gerbang pembayaran. Terutama untuk rute favorit seperti Stasiun Lebak Bulus Grab-Stasiun Bundaran HI dan sebaliknya,” terang Kamaluddin.

Selain itu, PT MRT Jakarta juga menambah petugas untuk memandu pengguna MRT Jakarta ketika memasuki gerbang pembayaran.

“Dari semuanya itu, PT MRT Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kendala teknis tersebut,” ujar Kamaluddin.



Sumber: BeritaSatu.com