Anies: Pembangunan Sistem Transportasi Kunci Bangun Kota

Anies: Pembangunan Sistem Transportasi Kunci Bangun Kota
Gubernur DKI, Anies Baswedan memberikan sambutan dalam acara Penjurian Final sayembara desain Prasaraba Integrasi Transportasi di Simpang CSW di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (15/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 15 April 2019 | 16:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan masih perlu lebih banyak lagi rencana pembangunan kota dengan pembangunan sistem transportasi sebagai kuncinya.

"Jakarta butuh mengadopsi lebih banyak lagi rencana pembangunan kota yang fokusnya pada pembangunan sistem transportasi sebagai kuncinya. Dan itu telah kita susun dalam Rapat Kerja Daerah," kata Anies saat memberikan sambutan dalam Diskusi bertemakan Sustaining Transit Investment in Asia's Cities (Investasi Transit Berkelanjutan di Kota-kota Asia) di Balai Kota DKI, Jakarta, pada Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Anies Jamin Udara Jakarta Lebih Sehat di 2020

Sejak tahun 2005, lanjut Anies, masyarakat Indonesia telah banyak tinggal di perkotaan dibandingkan pedesaan. Pada 2050, diperkirakan lebih dari 70 persen populasi dunia akan tinggal di kota. "Karena itu, rencana pembangunan transportasi adalah kuncinya," ujar Anies Baswedan.

Anies memaparkan, masalah transportasi di Jakarta adalah perpindahan masyarakat yang sebelumnya hampir 48 persen menggunakan kendaraan umum pada tahun 1998, mengalami penurunan hingga 33 persen lantaran beralih ke kendaraan pribadi.

Perubahan selama 20 tahun ini harus segera dihilangkan dengan infrastruktur kendaraan publik Jakarta yang terintegrasi dan terkoneksi di seluruh wilayah Ibu Kota.

"Dan kondisi angka ini harus dikembalikan, bahkan lebih jauh lagi. Bahwa, perbandingannya 75 persen dengan menaiki transportasi publik, dan sisanya sebanyak 25 persen mengendarai kendaraan pribadi. Dan itu semuanya membutuhkan investasi masif dan kebijakan yang konsisten di semua sektor. Bukan hanya satu sektor, tapi semua sektor," terang Anies Baswedan.

Baca Juga: Konektivitas Transportasi Tingkatkan Nilai Investasi Properti

Pembangunan fasilitas transportasi umum massal melalui Bus Rapid Transit (BRT), Mass Rapid Transit (MRT), maupun Light Rail Transit (LRT) sedang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Untuk mencapai target penyelesaian 10 tahun ke depan masih membutuhkan investasi yang cukup besar.

Selain pembangunan sektor transportasi, Anies juga menekankan pembangunan di sektor rumah dalam memenuhi kebutuhan dasar tingkat mikro, serta memfasilitasi sektor swasta agar terus tumbuh berkembang di Jakarta.

"Kita ingin mengajak banyak agensi pembangunan internasional untuk membagikan praktik terbaik dan telah dibuktikan dari seluruh dunia. Kita ingin mengadopsinya, bukan sekadar mengadaptasinya. Karena, itu dua hal yang berbeda antara adopsi dan adaptasi. Kita tidak ingin sekadar meniru begitu saja tanpa melihat konteks yang terjadi di Jakarta,” tutur Anies Baswedan.

Targetnya, Anies ingin mengubah masyarakat untuk lebih banyak menggunakan kendaraan umum, dibandingkan kendaraan pribadi untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya di Jakarta.

Baca Juga: Pengguna Kendaraan Pribadi Mulai Beralih ke MRT

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini melihat, pembangunan infrastruktur publik di Jakarta membawa nilai persatuan dan menjadi tempat interaksi warga tanpa memandang latar belakangnya.

Dicontohkannya, transportasi modern MRT Jakarta yang dapat digunakan oleh siapa saja tanpa memperlihatkan adanya kelas bisnis ataupun kursi prioritas kecuali bagi penyandang disabilitas, orang tua, dan ibu membawa anak.

"Saya berharap setelah diskusi ini, kita memiliki kerangka pemikiran yang baru untuk dapat melanjutkan pembangunan kota kita agar kita mewujudkan Ibu Kota Indonesia yang lebih baik. Terima kasih kepada ADB yang telah memfasilitasi diskusi ini dan selamat berdiskusi," pungkas Anies.

Perlu diketahui, kegiatan diskusi ini dihadiri oleh Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata, dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Astera Primanto Bhakti.



Sumber: BeritaSatu.com