Penurunan Pengguna MRT Dinilai Tidak Signifikan

Penurunan Pengguna MRT Dinilai Tidak Signifikan
Penumpang menggunakan moda raya terpadu (MRT) Jakarta yang kini telah beroperasi secara komersial. ( Foto: Antara )
Erwin C Sihombing / FER Selasa, 14 Mei 2019 | 21:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Turunnya pengguna moda raya terpadu (MRT) saat diberlakukannya tarif normal tidak signifikan. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin tidak menampik kondisi itu karena tingginya jumlah konsumen terjadi pada akhir pekan.

Baca Juga: Tarif Normal Diberlakukan, Penumpang MRT Tidak Berkurang

Kamal menuturkan jumlah pengguna MRT saat tarif normal diberlakukan Senin (13/5/2019) mencapai 77.696. Pihaknya sudah memprediksi terjadinya penurunan selain disebabkan penerapan tarif normal, kondisi tersebut juga dipicu tren pengguna MRT cenderung sedikit pada awal pekan.

"Jumlah pengguna turun karena faktor hari Senin. Pola mingguan hari kerja kami paling rendah hari Senin sedangkan paling tinggi pada hari kerja hari Jumat," kata Kamal, di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Pengguna MRT di akhir pekan, kata Kamal, bisa di atas 80.000 orang. Tren seperti itu sudah terbaca saat MRT beroperasi secara gratis, mengenakan diskon tarif hingga penerapan tarif normal dimulai Rp 3.000 hingga yang paling jauh Rp 14.000.

Baca Juga: Tarif MRT Jakarta Normal, Animo Masyarat Masih Tinggi

Menanggapi kondisi itu Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi, mengatakan, sudah waktunya pengoperasian MRT dievaluasi. Sebab, dengan telah dilaluinya tiga skema yang diterapkan dimulai dari gratis, diskon hingga tarif normal maka publik bisa menilai apakah MRT sudah mencapai target atau sebaliknya.

"Kondisi ini bisa dijadikan bahan studi atau mengevaluasi kebijakan," kata Suhaimi.



Sumber: Suara Pembaruan