Warga Minta LRT Jakarta Terintegrasi dengan Moda Transportasi Lainnya

Warga Minta LRT Jakarta Terintegrasi dengan Moda Transportasi Lainnya
Masyarakat mencoba LRT Jakarta yang sedang melakukan uji publik hari kedua di Stasiun Velodrome dan Boulevard Utara pada Rabu pagi, 12 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / CAH Rabu, 12 Juni 2019 | 12:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sudah dua hari moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta fase pertama Velodrome-Kelapa Gading beroperasi melayani masyarakat dalam program uji publik. Berbagai tanggapan datang dari masyarakat yang sudah mencoba LRT yang bisa disebut kereta ringan tersebut agar lebih sempurna dan bisa melayani masyarakat lebih baik lagi dengan kondisi yang ada saat ini.

Hendrik (44) warga Pramuka, Jakarta Timur menyebutkan dirinya sengaja mengajak 3 anaknya beserta keponakannya untuk mencoba LRT Jakarta di hari terakhir libur sekolah.

"Anak-anak dari kemarin merengek ingin mencoba LRT, karena sebelumnya kita sudah mencoba MRT juga. Tanggapan saya baik sekali dengan keberadaan LRT, masih bersih, rapi baik di stasiun maupun di dalam kereta," ujar Hendrik, Rabu (12/6/2019) pagi kepada Beritasatu.com.

Dikatakannya dirinya merasa bangga karena akhirnya ibukota Jakarta bisa memiliki moda transportasi umum yang nyaman seperti LRT dan MRT. Namun ia berharap agar semua moda transportasi itu terintegrasi.

"Kalau bisa semua moda transportasi ini semuanya terintergrasi layaknya di Singapura, jadi cukup satu kartu pass langganan bulanan atau harian bisa menjajal semua moda transportasi mulai dari LRT Jabodebek, MRT, KRL, Transjakarta, serta Jak Lingko," tutur Hendrik.

Sementara itu, Astri (21) warga Matraman menyebutkan dirinya tidak merasa keberatan apabila nantinya LRT Jakarta setelah beroperasi komersial dikenai tarif Rp 5.000 meski jarak yang ditempuh dari Boulevard Utara menuju Velodrome terbilang dekat dan singkat.

"Iya makanya harus segera dilanjutkan fase keduanya, kalau hanya dari Velodrome ke Kelapa Gading kok berasa kentang (nanggung) ya, semoga kedepannya bisa segera lebih diperpanjang," kata Astri.

Dinar (17), Sintia (17), Ninda (17), Cici (17) empat sekawan kelompok milenial yang masih bersekolah di SMAN 88 Pasar Rebo menyebutkan bahwa LRT Jakarta cukup nyaman dan tidak terlalu padat saat dicoba.

"Sengaja datang mau eksis foto di media sosial dong mas," kata Sintia. "Keretanya sih nyaman bersih, semoga aja gak ada yang membuang sampah atau bergelantungan seperti di MRT dulu," timpal Ninda.

Lianti (60) warga Bekasi yang tengah berobat di RS Colombus Asia menyebutkan keberadaan LRT Jakarta akan sangat membantu mengurangi kemacetan jika sudah terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

"Tujuannya ada moda transportasi massal seperti MRT dan LRT inikan agar masyarakat beralih dari transportasi pribadi menuju transportasi umum. Jadi sudah seharusnya pemerintah mengkoneksikan semua moda transportasi ini menjadi satu sistem yang saling tersambung," kata Lianti.

Corporate Communication Officer PT LRT Jakarta, Shanty menyebutkan setidaknya sudah ada 40.000 orang yang mendaftar untuk bisa menggunakan LRT Jakarta dalam kegiatan uji publik.

"Uji publik ini kita perpanjang dari yang tadinya hingga 22 Juni sampai waktu yang belum ditentukan. Kedepannya kita akan perpanjang dalam fase kedua menuju Manggarai dan Jakarta International Stadium. Untuk skybridge halte LRT dan Transjakarta di Velodrome Pemuda sudah dalam proses finishing," kata Shanty. 



Sumber: BeritaSatu.com