DKI Akan Tambah Alat Ukur Kualitas Udara

DKI Akan Tambah Alat Ukur Kualitas Udara
Ilustrasi polusi udara di Jakarta. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / AB Jumat, 5 Juli 2019 | 20:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (5/7/2019), mengatakan telah mempunyai beberapa langkah strategis jangka pendek untuk menurunkan polusi udara. 

Langkah pertama, pihaknya akan menambah alat ukur kualitas udara dari 10 titik saat ini menjadi minimal 15 titik.

“Yang keluar dari air visual (alat ukur udara, Red) itu dari Kedutaan Amerika. Jadi kan hanya menggambarkan kualitas udara di sekitar Gambir saja, tetapi belum kualitas udara di seluruh Jakarta. Jadi salah satu langkah yang akan kita kerjakan adalah memiliki alat ukur kualitas udara lebih banyak, sehingga kita bisa menjangkau lebih luas Jakarta,” kata Anies.

Langkah kedua, tahun depan akan dilakukan pengetatan pengendalian emisi kendaraan bermotor. Semua kendaraan bermotor di Jakart harus lulus uji emisi. Bila tidak lolos akan diberikan disinsentif berupa pajak dan parkir yang lebih mahal.

Langkah ketiga, bus-bus yang mengeluarkan asap tebal akan diganti dengan bus baru. Dengan harapan, bus baru tersebut dapat membantu kualitas udara semakin membaik.

"Harapannya nanti kendaraan-kendaraan yang merusak kualitas udara diganti dengan yang baru. Untuk bus berukuran sedang tahun 2019 ini akan diselesaikan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com