Gerindra Sebut Cawagub DKI Berpeluang Diganti

Gerindra Sebut Cawagub DKI Berpeluang Diganti
Ketua DPW PKS DKI, Sakhir Purnomo (batik coklat hitam) dan Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik (kemeja abu-abu) sepakat mengusulkan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu sebagian cawagub DKI, Jumat (22/2/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 9 Juli 2019 | 11:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengatakan masih ada peluang calon wakil gubernur (cawagub) DKI akan diganti, bila dalam rapat paripurna pemilihan nanti, kedua cawagub yang diusulkan tidak diterima oleh DPRD DKI.

“Ya bisa saja kan,” kata Mohamad Taufik, Selasa (9/7/2019).

Bila kedua cawagub yang berasal dari kader PKS ini ditolak, maka pengusulan kembali diserahkan kedua partai politik pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Yaitu, Partai Gerindra dan PKS.

“Kan dikembalikan ke partai pengusung,” ujar Mohamad Taufik.

Ketika ditanya apakah Gerindra sudah bersiap untuk menyiapkan pengganti cawagub, Taufik menanggapinya dengan santai. Menurutnya, banyak kader Gerindra yang mumpuni menjadi cawagub DKI.

“Kalau Gerindra kan banyak kadernya. Kapan dicalonkan, juga sudah siap. Kadernya banyak yang paham soal ke-Jakarta-an. Jadi kapan saja diperintahkan, siap,” tutur Mohamad Taufik.

Peluang itu makin terbuka, lanjutnya, karena dalam ketentuan tara tertib pemilihan, kalau tidak kuorum dua kali, maka akan diserahkan ke partai pengusung. Pada saat itulah, kedua partai pengusung berunding lagi.

“Dalam ketentuan itu, bila tidak kuorum dua kali, diserahkan ke partai pengusung, balik lagi ke partai pengusung. Artinya kalau enggak kuorum, berarti kan rakyat Jakarta enggak (setuju). Kan DPRD itu representasi rakyat Jakarta,” papar Mohamad Taufik.

Pada saat dikembalikan ke partai pengusung, maka Gerindra akan kembali mengajukan kadernya sebagai cawagub DKI. “Majuin ya pasti majuin, lalu diobrolin, dan didiskusiin,” tukas Mohamad Taufik.

Terkait kadernya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault yang bertandang ke rumah dinas Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, baginya adalah hal yang wajar.

Menurutnya, siapa pun kader Gerindra boleh mengajukan diri sebagai cawagub DKI. Namun, sampai saar ini, Adhyaksa Dault belum menyampaikan keinginannya maju sebagai cawagub DKI secara resmi kepada DPD Gerindra DKI.

“Ya siapa aja boleh menjadi cawagub. Lebih banyak lebih bagus, banyak pilihan. Kalau dia menawarkan diri, ya nanti kita pertimbangkan. Siapa pun yang menawarkan diri akan kita pertimbangkan. Tapi sampai saat ini dia belum (menawarkan diri),” ungkap Mohamad Taufik.



Sumber: BeritaSatu.com