Ini Tanggapan DPRD soal Pemisahan Parkir Laki-laki dan Perempuan di RSUD Depok

Ini Tanggapan DPRD soal Pemisahan Parkir Laki-laki dan Perempuan di RSUD Depok
Area parkir motor di RSUD Depok yang dipisahkan antara perempuan dan laki-laki. ( Foto: Beritasatu Photo / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FMB Kamis, 11 Juli 2019 | 11:22 WIB

Depok, Beritasatu.com - DPRD Kota Depok menyikapi beragam terkait pemisahan area parkir bagi laki-laki dan perempuan di RSUD Kota Depok. Ada yang setuju dan ada yang tidak.

Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan bahwa dia menyetujui area parkir khusus untuk perempuan seperti banyak terdapat di sejumlah pusat perbelanjaan. Ladies parking atau area parkir khusus perempuan biasanya disertai sejumlah kemudahan seperti akses yang lebih dekat ke pintu/ gate keluar, atau dekat dengan pos keamanan sehingga dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengendara perempuan.

Namun demikian, lanjut Hendrik, jika area parkir yang diberlakukan di RSUD Kota Depok adalah hanya sekadar pemisahan area laki-laki dan perempuan, di mana laki-laki dan perempuan tidak boleh bergabung, tanpa adanya sejumlah kemudahan bagi pengendara perempuan, maka Hendrik tidak menyepakati hal tersebut.

"Itu namanya diskriminasi kalau pemisahan seperti itu. Nggak bisa lah kayak gitu. Kalau hanya sekadar pemisahan seperti itu saya tidak setuju," ujar Hendrik kepada SP, Kamis (11/7/2019) di Depok, Jawa Barat.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Tengku Farida Rachmayanti setuju dengan penerapan area parkir yang dipisah. Sebagai perempuan, Farida menilai hal ini adalah hal yang bagus karena membuat perempuan menjadi semakin nyaman.

"Ini sama saja seperti ladies parking. Sama saja seperti gerbong kereta khusus perempuan. Tentunya akan semakin nyaman bagi mak-mak," tutur Farida.

Menurutnya, pemisahan area parkir bukanlah masalah syariah karena sebagaimana gerbong kereta dan juga area ladies parking, alasannya lebih kepada memberikan akses kenyamanan dan keamanan buat perempuan. Sebab, lanjut Farida, perempuan kerap kali dihadapkan pada situasi yang tidak nyaman misalnya ketika sedang hamil dan juga kala membawa anak-anak usia bayi dan balita.

"Saya menilai malah penerapan area parkir yang dipisah ini sangat wajar dan profesional. Justru ini bukti bahwa Dinas Perhubungan dan RSUD Kota Depok peduli pada kebutuhan perempuan. Hal yang sangat wajar dan layak menurut saya," tutur Farida.

Senada dengan Farida, anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS lainnya, Sri Utami meyakini bahwa niat Dinas Perhubungan adalah baik dan positif dengan memisahkan area parkir antara laki-laki dan perempuan.

"Mungkin ini mencontoh area ladies parking seperti di pusat perbelanjaan. Saya yakin ini demi keamanan pengendara perempuan. Maksudnya baik untuk lebih mengakomodir kepentingan pengendara perempuan," papar Sri Utami.

Pernyataan setuju lainnya juga diungkap Anggota DPRD Kota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mazhab HM. Menurut Mazhab, parkir terpisah yang diterapkan RSUD harus diapresiasi dan patut dicontoh oleh pengelola parkir di tempat lain.

"Model area parkir seperti ini tentunya memberikan kenyamanan bagi para perempuan pengguna jasa parkir. Tentunya faktor keamanan juga harus jadi perhatian utama agar perempuan merasa terlindungi parkir di area tersebut," ujar Mazhab.

Diungkapkan dia, seharusnya juga tidak hanya area parkir motor tapi juga area parkir mobil di RSUD Depok dapat dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

"Ini langkah awal yang baik meskipun baru berlaku hanya untuk kendaraan roda dua dan pihak RSUD saya rasa sudah memberi contoh yang bagus," kata Mazhab.



Sumber: Suara Pembaruan