Menghidupkan “Surga Baru” Belanja Buku di Jakarta

Menghidupkan “Surga Baru” Belanja Buku di Jakarta
Ilustrasi buku bekas. ( Foto: Antara )
Heriyanto / HS Selasa, 13 Agustus 2019 | 15:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ruang luas sejuk nan bersih akan menyambut setiap pengunjung saat menjejakkan kaki di lantai tiga Pasar Kenari, salah satu sentra penjualan alat listrik yang telah sekitar 20 tahun berdiri di Jakarta. Berbeda dengan tiga lantai di bawahnya yang sedikit kotor dan pengap, lantai tiga pasar di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, itu lebih terlihat seperti pusat perbelanjaan modern yang banyak bertebaran di belantara beton Ibu kota. Namun bukan lampu, kabel maupun pompa air listrik yang dijual di lantai tiga itu, tetapi pengunjung akan disuguhi dengan buku-buku.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan lantai tiga Pasar Kenari sebagai salah satu sentra belanja buku di Jakarta, namanya Jakbook, pada 29 April 2019.

Sentra buku Pasar Kenari yang dikelola Pemprov DKI melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya itu digadang-gadang menjadi surga baru bagi para pecinta buku sekaligus dapat meningkatkan minat baca masyarakat. "Lokasinya strategis, harganya (buku) murah harapannya nanti warga Jakarta bisa lebih cepat pertumbuhan minat bacanya," kata Anies saat meresmikan sentra buku Pasar Kenari.

Di lantai tiga gedung Pasar Kenari ini sebanyak 66 kios pedagang dan satu gerai besar buku Jakbook akan memanjakan siapa saja yang ingin berburu buku. Beraneka ragam jenis buku, dari baru maupun bekas, baik keluaran Indonesia maupun buku impor berbahasa Inggris, Arab, hingga Jepang, semua tersedia di tempat ini. Pengunjung tidak akan berpeluh keringat saat mencari buku yang mereka inginkan karena instalasi pendingin udara aktif menyala mendinginkan ruang seluas sekitar 714 meter persegi itu.

Selain itu, sejumlah fasilitas lainnya seperti eskalator (tangga berjalan otomatis), mesin-mesin anjungan tunai mandiri (ATM), ruang menyusui bayi (laktasi), ruang kerja (coworking space) dan tiga titik tempat membaca yang didesain sesuai selera anak muda kekinian turut memanjakan pengunjung di pasar buku ini. Belum lagi di salah satu sudut lantai tiga itu juga ada gerai kopi dengan sifat-sifatnya yang empuk menjadi pilihan tempat membaca buku yang nyaman.

Minimarket Jakmart pun beroperasi di lantai tiga itu menjual produk makanan, minuman dan sejumlah kebutuhan Sembako masyarakat. Tak hanya itu, dalam area yang sama Pasar Jaya juga menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang bernama Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri Bina Tunas Jaya 4. Layanan gratis ini memfokuskan pada pengembangan anak usia dini, khususnya bagi anak dari pedagang dan penjaga toko.

"Semua fasilitas yang terintegrasi ini diharapkan menjadi magnet Pasar Kenari sebagai obyek wisata edukasi favorit bagi masyarakat Jakarta dan daerah-daerah sekitarnya, khususnya untuk generasi milenial," kata Staf Pemasaran Perumda Pasar Jaya, Astri Vinasty.

Baca : Meski Nyaman, Belanja Buku di Pasar Kenari Terus Menurun

Kemudahan tidak hanya diberikan kepada pengunjung, Pasar Jaya juga memberikan kemudahan kepada para pedagang buku yang berjualan di lokasi tersebut. Dari 66 kios yang ada, semuanya diisi pedagang dari sentra buku terdahulu di Kwitang dan Pasar Senen tanpa biaya sewa kios selama setahun. Biaya yang dibayar para pedagang, kata Astri, hanya untuk biaya perawatan, kebersihan, dan pelayanan yang berkisar Rp250.000-Rp500.000 per kios tergantung ukurannya.

Salah seorang pedagang buku di Pasar Kenari, Labora Sitorus mengatakan, suasana berjualan di lokasi barunya ini jauh lebih nyaman dibandingkan kios lamanya yang berada tak jauh dari Terminal Bus Pasar Senen. Dahulu panas dan bising suara kendaraan bermotor. Kini setiap hari selalu sejuk dan tidak pernah merasakan polusi udara saat berjualan. Apalagi Labora kini dalam proses pemulihan dari sakit berat yang diderita beberapa bulan terakhir. "Kondisi lokasi jualan yang tidak panas seperti di sini membantu pemulihan sakit saya," kata Labora.



Sumber: ANTARA