DKI Targetkan Penurunan Volume Kendaraan 40% Saat Gage Diterapkan

DKI Targetkan Penurunan Volume Kendaraan 40% Saat Gage Diterapkan
Polisi lalu lintas memberhentikan kendaraan roda empat yang melintasi kawasan Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin 9 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / FMB Senin, 9 September 2019 | 11:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil genap (gage) mulai diterapkan hari ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan dengan penerapan kebijakan ini akan terjadi penurunan volume kendaraan bermotor di 25 ruas gage sebesar 40 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo mengatakan berdasarkan hasil evaluasi selama uji coba penerapan perluasan gage di 25 ruas jalan, telah terjadi penurunan volume kendaraan bermotor sekitar 25 persen.

Melihat hasil itu, Syafrin Liputo optimistis dalam penerapan perluasan gage yang mulai diberlakukan hari ini, akan terjadi penurunan volume kendaraan sebesar 40 persen.

“Kita memiliki target penurunan volume lalu lintas saat penerapan perluasan gage dimulai, paling tidak 40 persen. Saat sosialisasi kan sudah tercapai 20 persen berdasarkan perhitungan kita,” kata Syafrin Liputo, Senin (9/9/2019).

Karena itu, ia mengharapkan dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 88 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Pergub Nomor 155 tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil Genap, volume kendaraan di 25 ruas penerapan perluasan gage bisa ditekan seminimal mungkin.

“Ya kita harapkan, dengan diformalkannya aturan gage ini, volume kendaraan lalu lintas, kita bisa tekan dan bahkan yang utama adalah terjadi perbaikan kualitas udara di Jakarta,” ujar Syafrin Liputo.

Syafrin Liputo mengungkapkan pelaksanaan uji coba perluasan ganjil genap telah berhasil dalam mengatasi permasalahan mulai dari kemacetan hingga perbaikan kualitas udara di Jakarta. Dari hasil pelaksanaan uji coba pelaksanaan kebijakan ganjil genap yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus - 6 September 2019 hingga hari ini didapatkan terjadi peningkatan kinerja lalu lintas yang signifikan.

Dijelaskannya, peningkatan kinerja lalu lintas terlihat dari kecepatan rata-rata ruas jalan yang dikenakan uji coba perluasan gage terjadi peningkatan kecepatan. Semula 25,56 kilometer (km) per jam menjadi 28,03 km/jam. Atau meningkat sebesar 9,25 persen.

Kemudian terjadi penurunan waktu tempuh rata-rata perjalanan dari 16 menit 92 detik menjadi 14 menit 91 detik.

Selanjutnya volume lalu lintas juga mengalami penurunan sebesar 25,24 persen. Sementara jumlah penumpang Transjakarta yang melayani koridor penerapan Ganjil Genap mengalami peningkatan sebesar 5,05 persen.

“Tak kalah penting kualitas udara dari dua pos pemantauan udara yang dimiliki dinas Lingkungan Hidup terjadi peningkatan khususnya pada indikator partikuler meter(pm), artinya perluasan ganjil genap ini untuk indikator pm 2,5 memasuki ambang batas ambience kualitas udara jakarta dalam posisi baik karena semua berada di bawah 65 mg unit,” terang Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com