Mulai 1 Oktober, Tilang Elektronik Diberlakukan di Jalur Transjakarta

Mulai 1 Oktober, Tilang Elektronik Diberlakukan di Jalur Transjakarta
Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding) mengenai electronic traffic law enforcement (ETLE) pada 12 koridor jalur Transjakarta antara PT Transportasi Jakarta dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya di Polda Metro Jaya, Jakarta, 9 September 2019. ( Foto: Beritasatu / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / HA Selasa, 10 September 2019 | 00:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bagi pengendara kendaraan bermotor roda dua dan empat harus siap-siap dikenakan pelanggaran bila menerobos jalur jalan khusus bus (busway) untuk Transjakarta. Dalam waktu dekat ini, jalur busway di 12 koridor akan dipasang ETLE atau electronic traffic law enforcement (penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik).

Penerapan ETLE di jalur Busway ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding - MoU) mengenai pemasangan ETLE pada 12 koridor Jalur Busway Transjakarta antara PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya.

Penandatanganan MoU dilakukan melakukan di Gedung Biru Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan salah satu kunci masyarakat beralih ke transportasi publik adalah kepastian waktu kedatangan bus di halte.

“Kunci untuk masyarakat mau naik public transport adalah jalur yang lancar dan steril sehingga laju kecepatan kendaraan dapat diprediksi dan jam berapa bus akan datang sampai tujuan,” kata Agung di Polda Metro Jaya.

Baca juga: Dirahasiakan, Penempatan Kamera ETLE di Jalur Busway

Untuk mendukung kecepatan dan ketepatan bus Transjakarta, jalur busway harus steril dari kendaraan pribadi. Dan untuk membantu jalur Busway steril, maka PT Transjakarta ingin menerapkan ETLE di 12 koridor.

Agung menilai penggunaan ETLE sangat efektif untuk mengurangi kemacetan, kelancaran, dan ketertiban laju bus Transjakarta serta lalu lintas secara umum. Apalagi, ETLE mampu memberikan akurasi pencatatan dengan nyata sehingga bukti pelanggaran tidak dapat terelakkan lagi.

Ia mengungkapkan berdasarkan data evaluasi, telah terjadi penurunan tingkat sterilisasi jalur transjakarta yang sebelumnya 55 persen pada tahun 2016 menjadi 51 persen pada tahun 2018.

“Maka kami mengharapkan dengan pemanfaatan teknologi yang sudah dijalankan dengan baik di Ditlantas Polda Metro Jaya sangat penting. Baik itu untuk menimbulkan efek jera ataupun penertiban dan keamanan jalan raya. Karena kita tidak bisa mengandalkan petugas di lapangan yang tidak bertugas 24 jam,” terang Agung.

Dijelaskannya, kerja sama dengan Ditlantas Polda Metro Jaya ini akan dimulai dari persiapan pengadaaan, pemasangan dan integrasi sistem elektronik. Pemasangan ETLE ditargetkan selesai di akhir September 2019, dilanjutkan dengan penertiban mulai 1 Oktober 2019.

“Dengan penerapan ETLE ini, kami berharap busway dapat kembali seperti mandat awalnya. Yaitu jalur khusus yang steril 100 persen untuk keamanan dan kenyamanan warga DKI dalam menggunakan transportasi publik,” papar Agung.

Baca juga: Mobil Jenazah dan VIP Tetap Dilarang Masuk Busway



Sumber: BeritaSatu.com