FKM UI Data PMKS di Depok dengan Basis Online

FKM UI Data PMKS di Depok dengan Basis Online
Ilustrasi. ( Foto: Facebook )
Bhakti Hariani / FER Kamis, 12 September 2019 | 20:39 WIB

Depok, Beritasatu.com - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, menciptakan sebuah model pemberdayaan kader sosial yang disertai dengan pengembangan sistem informasi berbasis Android yang tepat guna agar dapat meningkatkan kualitas data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Guna memaksimalkan pemanfaatan aplikasi yang dikembangkan oleh Dosen FKM UI, Ketua Pengmas FKM UI Besral, beserta tim menggelar pelatihan penggunaan aplikasi berbasis Android bagi kader sosial Dinsos Kota Depok.

Besral menuturkan, metode yang akan digunakan adalah menggunakan aplikasi pengumpulan data berbasis Android yang saat ini dimiliki oleh masyarakat awam. Aplikasi ini berbasis open source dan tersedia di play store. Terdapat sejumlah penambahan fitur yang pada aplikasi berbasis mobile ini, yaitu pengguna dapat mengetahui koordinat para PMKS berada, sehingga nantinya akan ditampilkan dalam bentuk dashboard lokasi pasti dan info para PMKS di Kota Depok.

"Data dapat dikirimkan saat itu juga, real time, ataupun dapat dilakukan offline pada saat tertentu dan dikirimkan ketika sudah berada pada daerah yang memiliki jaringan internet. Dengan dihasilkannya basis data dan dashboard lokasi koordinat pasti dalam bentuk google maps, maka data dapat lebih akurat dan dapat dilakukan pemantauan status kesejahteraan sosialnya kapanpun sesuai dengan titik koordinat di google maps," papar Besral di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (12/9/2019).

Lebih lanjut, Besral memaparkan, penggunaan aplikasi mobile oleh kader sosial ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan data dan informasi di tingkat populasi. Keberlangsungan program ini akan dapat dijamin melalui keterlibatan kader sosial.

"Kader merupakan bagian dari masyarakat yang mengetahui secara pasti kondisi di lapangan, kader juga merupakan partner tenaga sosial dalam melaksanakan program-program kesejahteraan sosial," ujar Besral.

Data PMKS tersebut dapat dimanfaatkan pada proses rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, penanggulangan kemiskinan. "Aplikasi ini, dapat dipantau secara terus menerus tingkat kesejahteraannya," tandas Besral.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Depok Nita Ita Hernita menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) untuk mendata ulang PMKS melalui smartphone atau gawai. Sehingga data tersebut dapat diakses setiap waktu.

"Pendataan kembali yang sedang kami lakukan ini untuk pemuktahiran data di Dinas Sosial. Data itu nantinya dapat diakses kapan saja melalui gawai," ungkap Nita.

Lebih lanjut, dikatakan Nita, dengan semakin bertambahnya pertumbuhan penduduk di Kota Depok. Sangat mustahil apabila dilakukan pendataan masih dengan sistem manual. Sehingga data yang dihasilkan sebelumnya banyak yang tidak akurat.

Guna menghasilkan data yang akurat, berkualitas, dan mutakhir. Dinsos mulai mengembangkan sistem dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Hal ini sejalan dalam mendukung program pemerintah Kota Depok menjadi kota cerdas atau smart city.

"Kami memanfaatkan era digital. Program ini telah dua kali diberikan, yang pertama pada tahun 2018. Namun, pendataan harus terus diperbarui setiap saat. Ini penting untuk menjalankan program pemerintah," tutur Nita.

Selain butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan melek teknologi. Kecermatan dan ketepatan dalam menginput data, juga diperlukan untuk menghasilkan data yang akurat. Untuk itu, pihaknya memandu para kader agar dapat melakukan pendataan secara digital dan setiap saat secara baik.

"Kurang lebih ada 63 kader yang kami beri pelatihan menggunakan open data kit, dan jenis PMKS apa saja yang dapat diinput," pungkas Nita.



Sumber: Suara Pembaruan