Wacana Penambahan Wagub, Ini Kata Anies

Wacana Penambahan Wagub, Ini Kata Anies
Anies Baswedan. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FMB Senin, 16 September 2019 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menyusul adanya wacana jumlah wagub DKI lebih dari dua yang digelontorkan DPRD DKI, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan lebih memilih ikut undang-undang terkait jumlah wakil gubernur (wagub) DKI. 

“Kalau itu undang-undang. Jadi, itu diatur bukan selera gubernur, bukan selera anggota DPRD, tetapi itu diatur menggunakan perundang-undangan,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menurut UU Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia, Provinsi DKI Jakarta dipimpin oleh satu orang Gubernur dan satu orang Wagub.

Karena itu, bila ada rencana untuk menambah jumlah wagub DKI, Anies Baswedan mempersilakan DPRD DKI menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah pusat. Karena yang memiliki wewenang untuk merubah UU tersebut adalah pemerintah pusat.

“Jadi kalau ada aspirasi sampaikan saja ke pemerintah pusat karena itu wewenangnya di undang-undang. Jadi saya bekerja berdasarkan undang-undang karena itu saya tak berwacana pro dan kontra,” jelas Anies Baswedan.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD DKI Jakarta memunculkan wacana penambahan jumlah wakil gubernur (Wagub) DKI lebih dari satu. Wacana tersebut muncul dalam rapat pembahasan Tata Tertib (Tatib) DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Mereka mengusulkan jumlah kursi wagub ditambah berdasarkan pengalaman Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dua periode dari 1997-2007 silam.

Ketua DPRD DKI Jakarta Sementara, Pantas Nainggolan mengatakan usulan penambahan jumlah Wagub DKI memang muncul dalam rapat Tatib DPRD DKI beberapa waktu lalu. Karena masih berupa wacana atau usulan saja, maka Pantas Nainggolan lebih memilih tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Aturan itu adalah UU Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com