Wujudkan Smart City, Bogor Sulap Gedung Eks DPRD

Wujudkan Smart City, Bogor Sulap Gedung Eks DPRD
Gedung bekas DPRD Kota Bogor di Jalan Kapten Muslihat yang dalam waktu dekat akan difungsikan sebagai gedung galeri dan perpustakaan. ( Foto: BeritaSatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / YUD Sabtu, 5 Oktober 2019 | 08:24 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera mewujudkan misi Kota Bogor menjadi Kota Cerdas (Smart City) dengan mengalihfungsikan bekas gedung DPRD di Jalan Kapten Muslihat menjadi gedung galeri dan perpustakaan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Bogor, Agung Prihanto mengatakan, Pemkot membutuhkan anggaran Rp24 miliar untuk menyulap gedung eks DPRD Kota Bogor menjadi galeri dan perpustakaan di Kota Bogor.

Saat ini, Pemerintah Kota Bogor baru menyiapkan anggaran Rp 15 miliar untuk mengalihfungsikan gedung eks dewan itu.

“Diubahnya eks gedung DPRD menjadi galeri dan perpustakaan bukan tanpa alasan. Pasalnya, kondisi perpustakaan yang berada di GOR Pajajaran sudah tidak lagi representatif,” paparnya. Jumat (4/10/2019).

Berdasarkan rencana awal, ada beberapa fasilitas yang terbagi dalam tiga lantai. Penyandang disabilitas akan difasilitasi di lantai pertama. Selain area baca, dan komputer untuk disabilitas, ada pula meja registrasi dan ruang baca anak dengan konsep lesehan.

Sementara pada lantai dua, ada area baca utama, area baca santai, dan auditorium. Sedangkan di lantai tiga akan dibuat galeri yang menginformasikan tentang sejarah Bogor, mulai dari Bogor masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang.

Alih fungsi tersebut tidak membangun bangunan baru, namun menyesuaikan bangunan yang sudah ada. Revitalisasi gedung eks dewan nantinya akan diserahkan oleh pihak ketiga, dengan mempertimbangkan masukan saran dari para budayawan.

“Kita menerima beberapa masukan dari Pak Wali juga, termasuk ingin ada ruang komunitas dan ruang anak, supaya lebih ramai. Target kami mudah-mudahan tahun depan sudah beres, jika disesuaikan dengan anggaran yang ada,” kata Agung.

Menurut Agung, nantinya, galeri dan perpustakaan tersebut akan didesain untuk menampung kurang lebih 16 ribu koleksi buku yang dimiliki Pemerintah Kota Bogor. Dengan gedung eks dewan yang luas, target penambahan buku oleh Diskarpus Kota Bogor juga akan terwujud.

“Setiap tahun sebenarnya pasti bertambah, tetapi kita kan lihat tempatnya juga. Kalau nanti sudah jadi, pasti akan lebih mumpuni, kita harapkan koleksi bukunya semakin lengkap, macam-macam, buku tua pun ada di sana, karena selama ini sudah kita rawat dengan baik,” kata Agung.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya berharap perpustakaan di Kota Bogor perlu didesain ramah anak dan ramah komunitas. Dengan demikian, minat generasi milenial untuk datang ke perpustakaan bisa meningkat.

“Saya minta dibanyakin working space dan ruang anak. Kalau ruang baca anak terlalu luas saya khawatir mubazir. Target kita komunitas, supaya lebih ramai,” kata Bima.

Lebih lanjut, Bima juga meminta perpustakaan dan galeri Kota Bogor nantinya banyak menonjolkan nuansa hijau dan batik khas Bogor. Konsep ruang galeri di setiap lukisan juga diharapkan ada untuk menambah daya tarik pengunjung. “Supaya lebih santai, kalau bisa tidak usah pakai meja,” ucap Bima.



Sumber: BeritaSatu.com