Gara-gara Hujan, Air PDAM Tirta Asasta Depok Tidak Mengalir

Gara-gara Hujan, Air PDAM Tirta Asasta Depok Tidak Mengalir
Petugas PDAM Tirta Asasta tengah berjuang memperbaiki pipa pemompa air baku dan juga membersihkan bak penampung yang tertutup lumpur dan sampah kain, Selasa 6 Februari 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FMB Rabu, 9 Oktober 2019 | 14:36 WIB

Depok, Beritasatu.com - Air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok tidak mengalir sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Hal ini dikeluhkan para pelanggan PDAM khususnya mereka yang tinggal di Depok bagian timur, pasalnya tak ada pemberitahuan bahwa air akan mati.

Suhardo, pelanggan PDAM Tirta Asasta yang tinggal di Komplek Mekar Perdana, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya mengeluhkan air yang tak mengalir sejak din ihari. Kondisi ini tidak dia ketahui. Tidak ada pemberitahuan yang disampaikan oleh PDAM.

"Kalau ada pemberitahuan kan enak jadi saya bisa siap-siap menampung air. Lha ini tidak ada sama sekali. Ketika Subuh tadi saya mau berwudhu untuk salat eh air sudah tidak mengalir," ujar Suhardo, Rabu (9/10/2019) kepada SP di kediamannya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Damayanti, pelanggan PDAM Tirta Asasta yang tinggal di Jalan Jawa, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji. Dia terpaksa membeli air galon untuk keperluan mandi cuci kakus.

"Nggak ada pemberitahuannya juga. Jadi saya kaget ketika mau masak pagi untuk sarapan eh air tak mengalir," kata Damayanti.

Menanggapi kondisi ini, Humas PDAM Tirta Asasta Kota Depok Ratih Ditta tidak bisa dihubungi via ponselnya. Pun demikian dengan Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Imas Diyah Pitaloka yang memilih menonaktifkan ponselnya.

Keterangan berhasil SP dapatkan melalui Direktur Umum PDAM Tirta Asasta Ee Sulaeman. Dikatakan dia, air PDAM Tirta Asasta memang tak mengalir disebabkan oleh banjir bandang Sungai Ciliwung setelah hujan turun pada Selasa (8/10/2019) malam.

"Banjir bandang Sungai Ciliwung tadi malam mengakibatkan tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi, sehingga sampai pagi ini tidak bisa diolah," singkat Ee Sulaeman.



Sumber: Suara Pembaruan