DKI Usulkan Rp 73 Miliar untuk Bangun Jalur Sepeda

DKI Usulkan Rp 73 Miliar untuk Bangun Jalur Sepeda
Keberadaan jalur sepeda di Jalan Pemuda Rawamangun hingga menuju ke arah Monumen Nasional (Monas) masih banyak yang belum steril, Selasa (22/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 29 Oktober 2019 | 17:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengusulkan anggaran sebesar Rp 73 miliar untuk membangun jalur sepeda sepanjang 49 kilometer (km). Anggaran tersebut diajukan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2020.

Anggaran itu dimasukkan dalam rencana anggaran Pemeliharaan Prasarana Rekayasa Lalu Lintas di Koridor Busway, sehingga tidak semua anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan jalur sepeda.

Dari jumlah tersebut, dirincikan anggaran yang dialokasikan untuk pembuatan marka jalan thermoplastic warna putih untuk jalur sepeda dianggarkan senilai Rp 9,19 miliar dan marka cold plastic berwarna untuk marka jalur sepeda senilai Rp 51,29 miliar.

Maka total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalur sepeda sebesar Rp 60,48 miliar. Sedangkan sisanya sebesar Rp 12,52 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan prasarana rekayasa lalu lintas koridor busway.

Jalur Sepeda Segera Dilengkapi Pembatas

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo membenarkan hal itu. Bahwa anggaran sebesar Rp 73 miliar tidak sepenuhnya dialokasikan untuk membangun jalur sepeda. Melainkan akan digunakan untuk pengembangan rekayasa lalu lintas busway berupa pembuatan marka jalan ganjil genap.

“Jadi anggaran Rp 73 miliar itu ada beberapa komponen. Tidak pure jalur sepeda sebenarnya. Karena di anggaran sudah di awal tambahan, sebagian besar untuk jalur sepeda dan marka ganjil genap,” kata Syafrin Liputo ketika dihubungi wartawan, Selasa (29/10/2019).

Alasan dimasukkannya anggaran pembuatan jalur sepeda dalam pos anggaran Pemeliharaan Prasarana Rekayasa Lalu Lintas di Koridor Busway, dikarenakan dalam revisi KUA-PPAS DKI 2020 pada Oktober lalu, tidak boleh ada penambahan nama anggaran baru. Akhirnya, mata anggaran tersebut dimasukkan dalam pos anggaran pemeliharaan prasarana rekayasa lalu lintas di koridor busway.

“Kemarin itu ada aturan, kita tidak boleh menambah kegiatan di awal. Jadi saya masukkan saja dalam anggaran yang bisa diakomodir. Paling mendekati yang memungkinkan adalah permarkaan di jalan. Nanti jalur sepeda akan dibuat marka jalan warna hijau dan putih untuk garis pembatasnya,” ujar Syafrin Liputo.

20 November, Pelanggar Jalur Sepeda Mulai Terkena Sanksi

Bila anggaran ini disetujui oleh DPRD DKI, maka kemungkinan besar anggaran ini bisa digunakan untuk membuat jalur khusus sepeda sepanjang 49 km. Sedangkan target hingga tahun 2022, diharapkan sudah ada jalur khusus sepeda yang terbentang sepanjang 500 km di seluruh wilayah DKI Jakarta.

“Target 500 km ini akan kita kerjakan secara bertahap. Jadi polanya tidak full 500 km. Tetapi kita akan sesuaikan dengan target tahun depan,” terang Syafrin Liputo



Sumber: BeritaSatu.com