Jumlah Penerimaan CPNS Kota Bogor Belum Ideal

Jumlah Penerimaan CPNS Kota Bogor Belum Ideal
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Vento Saudale / FMB Selasa, 29 Oktober 2019 | 20:31 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Bogor mendapatkan kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2019 sebanyak 294 orang. Jumlah itu dinilai masih belum ideal dari kebutuhan 2.000 CPNS guna mengoptimalkan kinerja.

Kepala Bidang Formasi Data dan Penataausahaan Pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur Kota Bogor Aries Hendardi menuturkan, pada 2019, Pemkot Bogor mengajukan usulan kuota penerimaan CPNS kepada pemerintah pusat sebanyak 294 formasi.

"Usulan tersebut sesuai dengan data PNS di Kota Bogor yang pensiun pada tahun ini. Jumlahnya relatif lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 234 formasi,” ujar Aries Hendardi, Selasa (29/10/2019).

Catat, Pendaftaran CPNS Dibuka Mulai 11 November

Dari 294 formasi CPNS, formasi tenaga pendidik mendominasi kebutuhan yakni sebanyak 145 formasi, disusul tenaga kesehatan sebanyak 122 orang, dan sisanya formasi tenaga teknis sebanyak 27 orang.

Sesuai surat keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pengumuman resmi baru bisa dilakukan pada 11 November 2019.

Sebelum penetapan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pemerintah daerah se-Jawa Barat akan melakukan rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi.

Kaitan dengan kuota PNS bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK), Aries mengatakan, sejauh ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi belum membuka pendaftaran. Namun, Aries menduga pada 2020, ada jalur khusus untuk PPPK.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Kota Bogor sebenarnya masih sangat kekurangan guru. Salah satu faktornya adalah karena pengangkatan guru pada masa lalu berdasarkan intruksi presiden sehingga saat ini, satu angkatan guru bisa pensiun secara bersamaan.

“Tahun 2019 sudah ada 294 guru yang akan pensiun, hampir 60 persen. Jadi, tiap tahunnya akan terus begitu, termasuk tenaga kesehatan,” tambah Ade.



Sumber: BeritaSatu.com