DPRD DKI Coret Penyertaan Modal Rp 700 M untuk Proyek SPAM Jatiluhur

DPRD DKI Coret Penyertaan Modal Rp 700 M untuk Proyek SPAM Jatiluhur
Petugas melakukan perawatan di Intalasi air bersih PAM Jaya di Jakarta. ( Foto: BeritaSatu Photo / Ruht Semiono )
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 7 November 2019 | 11:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah melewati pembahasan yang cukup panjang, Komisi B DPRD DKI sepakat menghapus satu dari empat proyek dari usulan Penyertaan Modal Daerah (PMD) Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.

BUMD DKI yang bergerak di bidang pengelolaan air bersih ini mengusulkan PMD untuk tahun 2020 sebesar Rp 1,77 triliun untuk pelaksanaan empat program strategis peningkatan pelayanan air bersih di Jakarta.

Namun, Komisi B DPRD DKI hanya menyetujui tiga program strategis saja. Yakni pertama, program peningkatan cakupan pelayanan melalui pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan pengembangan jaringan sebesar Rp 764,7 miliar.

Anggaran sebesar itu akan dialokasikan untuk pembangunan SPAM Pesanggarahan Tahap II sebesar Rp 195 miliar; reinforcement dan extention jaringan transimisi dan distribusi sebesar Rp 275 miliar; pembangunan SPAM Ciliwung/Pejaten sebesar Rp 250 miliar dan supply ke area Pegadungan-BP dan reservoir Cikokol sebesar Rp 26,7 miliar.

Program kedua, pembiayaan program ketahanan pelayanan air bersih sebesar Rp 310 milliar. Dengan rincian, relokasi pipa akibat terkena proyek pemerintah seperti proyek MRT Tahap 2 dan proyek pemerintah lainnya sebesar Rp 30 miliar. Serta relokasi SPAM Cilandak sebesar Rp 280 miliar.

Program ketiga, pelayanan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar Rp 15 miliar.

Sedangkan program strategis yang dicoret adalah pembangunan pipa distribusi SPAM Jatiluhur Tahap I sebesar Rp 700 miliar.

Dengan begitu, nilai PMD PAM Jaya yang dimasukkan dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2020 berkurang menjadi Rp 1,07 triliun.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Pandapotan Sinaga mengatakan penghapusan program pembangunan pipa distribusi SPAM Jatiuhur tahap 1 dikarenakan terjadi efisiensi anggaran. Sehingga eksekutif dan legislatif berupaya menyesuaikan efisiensi anggaran yang disebabkan terjadinya defisit anggaran.

“Selain itu, PAM Jaya bilang untuk program tersebut belum sangat dibutuhkan. Kemungkinan di APBD Perubahan bisa diajukan kembali. Nanti mungkin akan diusulkan lagi,” kata Pandapotan Sinaga seusai rapat pembahasan anggaran di ruang rapat Komisi D, DPRD DKI, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Priyatno Bambang Hernowo mengatakan pihaknya dapat menerima keputusan Komisi B yang menghapus salah satu dari empat program strategis PMD dari Rancangan KUA-PPAS APBD DKI 2020.

“Itu nanti akan kita ajukan lagi ke APBD Perubahan. Program ini kan kita ajukan masuk dalam PMD kita, dikarenakan ada keterkaitannya dengan pusat. bagaimana hasil dari SPAM Jatiluhur yang dibangun pemerintah pusat bisa langsung kita distribusikan. Kita tidak ingin terjadi perlambatan. Makanya kita akan masukkan di anggaran perubahan 2020,” jelas Priyatno Bambang Hernowo.



Sumber: BeritaSatu.com