PLN Disjaya Siaga Antisipasi Banjir

PLN Disjaya Siaga Antisipasi Banjir
Ilustrasi listrik PLN. ( Foto: Antara )
Rangga Prakoso / MPA Kamis, 7 November 2019 | 18:23 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) melakukan sejumlah langkah antisipasi menghadapi kemungkinan tingginya curah hujan yang disertai banjir di Jakarta dan sekitarnya pada akhir 2019 hingga awal 2020.

General Manager UID Jakarta Raya M. Ikhsan Asaad, mengatakan terdapat 17 kecamatan, 25 kelurahan dan 86 RW yang rawan banjir. Pihaknya pun menyiapkan sejumlah langkah mitigasi risiko keamanan kelistrikan.

"Mudah-mudahan tahun ini tidak ada banjir. Tapi kami siapkan mitigasi resikonya," kata Ikhsan dalam jumpa media di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Ikhsan menuturkan mitigasi yang dilakukan dengan pemeliharaan terhadap 189 gardu distribusi yang memasok rumah pompa di tempat-tempat penting. Kemudian meninggikan 62 gardu distribusi di daerah rawan banjir, serta melakukan inspeksi dan pemeliharaan terhadap kabel tegangan rendah untuk segera dilakukan perbaikan apabila terjadi anomali, terutama di lokasi

“Peninggian ini dilakukan agar aset PLN tidak terendam banjir dan rusak, sehingga gardu tetap bisa beroperasi melayani pelanggan," ujarnya.

Dikatakannya ada beberapa hal yang memaksa PLN memadamkan listrik, seperti jika gardu distribusi terendam, maupun rumah pelanggan terendam. Pemadaman dilakukan demi keselamatan masyarakat untuk terhindar dari sengatan listrik. Selain itu PLN memiliki pasukan khusus respon cepat yang melayani segala macam keluhan dan gangguan pelanggan. Pasukan khusus ini tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

“Pasukan Layanan Khusus atau disebut dengan Denyasus 123 ini siap siaga 24 jam mengantisipasi pasokan listrik jika terjadi banjir di suatu wilayah," ujarnya.

Tidak hanya itu, PLN Disjaya juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Pemprov DKI, pemadam kebakaran, dan kepolisian untuk mengantisipasi banjir. Langkah antisipasi lainnya yakni meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk menunjang rumah-rumah pompa utama milik Pemprov DKI Jakarta seperti di Cideng, Waduk Pluit, Pasar Ikan, Ancol Barat Martadinata, Lodan, dan Waduk Setiabudi, sehingga pemulihan banjir dan listrik dapat dilaksanakan dengan cepat.

Ikhsan menerangkan rumah pompa telah dilengkapi dengan Automatic Change Over (ACO) sehingga apabila pasokan utama ke rumah pompa mengalami gangguan, maka pasokan listriknya akan otomatis berpindah ke pasokan cadangan sehingga rumah pompa akan tetap bisa beroperasi sebagaimana mestinya.

"Bila dua pasokan itu gangguan masih ada genset sebagai penyuplai cadangan terakhir," ujar Ikhsan.



Sumber: Investor Daily