Pemkot Bogor Usulkan Nama Alun-alun

Pemkot Bogor Usulkan Nama Alun-alun
Taman Topi di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor akan direvitalisasi menjadi taman terbuka hijau 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / WBP Sabtu, 16 November 2019 | 12:04 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah membahas pemberian nama alun-alun Kota Bogor yang akan dibangun di lahan eks Taman Topi mulai 2020 mendatang. Ke depan, taman Ade Irma atau biasa disebut Taman Topi seluas 1,7 hektare akan direvitalisasi ruang terbuka hijau.

"Saat ini, kita sedang menyiapkan teknis terkait pembangunan alun-alun Bogor. Mulai Januari 2020 masa kontraknya habis. Kemudian kita akan lanjutkan dengan penataan, mulai pembokaran, penyesuaian desain termasuk penamaan alun-alun itu sendiri. Kami mengundang sejarawan dan budayawan untuk berdiskusi soal pemberian nama," ujar Dedie A Rachim, Jumat (15/11/2019).

Dedie mengungkapkan ada dua usulan nama alun-alun Kota Bogor. Usulan itu muncul dari Wali Kota Bogor Bima Arya dengan menamai alun-alun Kapten Muslihat. Sementara satu usulan lagi muncul dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menamai alun-alun Dewi Sartika. "Kemarin sempat ada muncul nama dari Pak Wali, yakni alun-alun Kapten Muslihat. Tetapi ada masukan juga dari provinsi dengan menamai alun-alun Dewi Sartika. Nah kita sedang berdiskusi terkait dengan hal itu," kata Dedie A Rachim.

Ke depan, Dedie akan melakukan pertemuan lebih lanjut dengan membuat Forum Group Discussion bersama berbagai pihak. Hal ini dilakukan guna mematangkan pembangunan alun-alun Kota Bogor yang nantinya terintegrasi dengan moda transportasi massal.

"Pada intinya yang kita diskusikan adalah terkait dengan alun-alun Bogor yang segera kita persiapkan untuk dibangun. Teknisnya kita akan membuat FGD dengan mengundang para budayawan, sejarawan, pakar, dan ahli untuk berkontribusi memberikan saran. Apakah sebagaimana usulan dari provinsi menamai alun-alun Dewi Sartika atau dibuat dengan nama lain," tegas Dedie A Rachim.

Tahapannya sendiri, menurut Dedie, akan dimulai pada akhir Desember 2019 mendatang. Selain terintegrasi dengan layanan moda transportasi massal, alun-alun Kota Bogor akan terintegrasi dengan Masjid Agung. Hingga saat ini, pemkot masih menunggu hasil keputusan akhir kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait evaluasi teknis oleh Pulitbangkim dan Komite Keselamatan Kontruksi.

"Proses pembangunan alun-alun menelan biaya Rp 15 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tahapannya dimulai pada akhir Desember tahun ini dengan melakukan normalisasi saluran air di sekitar Dewi Sartika dan Nyi Raja Permas. Kemudian di awal Januari mulai pembongkaran termasuk jalannya proses lelang dan pembangunan. Diharapkan akhir tahun 2020, pembangunan sudah selesai," ungkap Dedie A Rachim.



Sumber: BeritaSatu.com