Joint Venture MRT Jakarta dan KAI Kelola Stasiun dan TOD

Joint Venture MRT Jakarta dan KAI Kelola Stasiun dan TOD
Ilustrasi "transit oriented development" (TOD). ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / WBP Senin, 9 Desember 2019 | 11:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan tugas pertama perusahaan joint venture PT MRT Jakarta dan PT KAI adalah mengatur pengelolaan stasiun. Nantinya stasiun MRT dan commuter line di Jakarta akan dikelola perusahaan baru ini.

“Diharapkan flow penumpang dari kereta api ke Transjakarta atau ke MRT Jakarta bisa lebih nyaman. Termasuk tiketnya juga terintegrasi,” kata Kartika Wirjoatmodjo seusai acara penandatanganan perjanjian pembentukan perusahaan gabungan PT KAI dan PT MRT Jakarta di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Tugas kedua, lanjutnya, melakukan perencanaan untuk mendukung pengembangan di beberapa stasiun utama. Contohnya, Stasiun Senen dan Tanah Abang. Nantinya, kedua stasiun ini akan dibuatkan konsep pengembangan Transit Oriented Development (TOD). “Seperti harapan Pak Gubernur sehingga masyarakat Jakarta akan dekat dengan transportasi umum, bukan daerah yang ada mobilnya, tetapi kawasan yang dekat dengan transportasi umum,” ujar Kartika Wirjoatmodjo.

Dengan dua tugas ini, Kartika Wirjoatmodjo mengharapkan dua tahun ke depan semakin banyak warga Jakarta yang tertarik tinggal di kawasan TOD karena akses ke MRT Jakarta, commuter line maupun transportasi publik lainnya mudah. “Jadi konsepnya seperti itu. Ya seperti di Jepang, di Belanda. Masyarakatnya kan berkumpul justru di tempat-tempat yang menjadi titik transportasi umum,” terang Kartika Wirjoatmodjo.

Untuk nama perusahaan, sambungnya, akan ditentukan oleh PT KAI dan PT MRT Jakarta. “Nanti kita rundingkan. Masih punya waktu satu bulan untuk menentukan nama,” tukas Kartika Wirjoatmodjo.

Untuk mempercepat realisasi integrasi transportasi publik di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sepakat membentuk perusahaan gabungan atau joint venture. Hal ini ditandai penandatanganan perjanjian kerja sama tentang Perjanjjian Pokok Pembentukan Perusahaan Dalam Rangka Integarasi Transportasi Jabodetabek oleh Direktur Utama (Dirut) PT KAI (Persero) Edi Sukmoro dan Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (9/12/2019). Langkah kerja sama ini disaksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo.

Dalam perusahaan itu, PT MRT Jakarta akan memiliki saham sebesar 51 persen, sedangkan saham PT KAI sebeser 49 persen.



Sumber: BeritaSatu.com