KAI Beberkan Alasan Pergantian Wesel di Gambir dan Jakarta Kota

KAI Beberkan Alasan Pergantian Wesel di Gambir dan Jakarta Kota
Ilustrasi kereta rel listrik. ( Foto: Antara )
Carlos Roy Fajarta / WBP Kamis, 13 Februari 2020 | 17:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta akan melakukan revitalisasi prasarana berupa penggantian wesel di Stasiun Gambir dan di Jakarta Kota secara paralel selama 11 hari, 13 - 23 Februari 2020.

“Secara keseluruhan penggantian wesel di Stasiun Gambir dan Jakarta Kota untuk menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan KA," kata Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah dalam keterangan tertulisnya Kamis (13/2/2020).

Dadan Rudiansyah menjelaskan wesel yang selama ini dipakai sudah saatnya diganti. Untuk Wesel di Stasiun Gambir sudah beroperasi sejak tahun 1992, sedangkan di Stasiun Jakarta Kota terakhir diganti pada 1970. "Bahkan materialnya sudah tidak diproduksi lagi,” jelas Dadan Rudiansyah.

Wesel pada jalur rel kereta api merupakan salah satu elemen prasarana penting bagi perjalanan kereta api (Perka), yang berfungsi memindahkan jalur kereta api. Nantinya, terdapat dua wesel yang akan diganti di Stasiun Gambir, tepatnya Wesel 11A dan Wesel 21A (arah ke Stasiun Juanda), dan 4 wesel di Stasiun Jakarta Kota, yaitu Wesel 13B, Wesel 23B1/B2, Wesel 23A1, dan Wesel 43B1/B2 yang akan diganti dengan Wesel Scissor Baru dan Wesel Inggris.

Adapun penggantian wesel ini dilatarbelakangi sejumlah hal. Sejak dioperasikan pertama kali unit wesel di emplasemen Gambir (±28 tahun) dan Jakarta Kota (±50 tahun) belum pernah dilakukan penggantian. Meskipun proses perawatan terus dilakukan, namun jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan, maka proses perbaikan akan sulit lantaran suku cadang pada wesel Inggris sudah tidak diproduksi pabrikan lagi. "Penggantian wesel di Stasiun Gambir juga bertujuan meningkatkan fleksibilitas pergantian jalur pada saat KA melintas di stasiun tersebut," kata Dadan Rudiansyah.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa untuk saat ini kondisi eksisting pada jalur 3 dan 4 tidak dapat melintas ke jalur hilir atau arah Jakarta Kota. Nantinya dengan wesel baru maka keempat jalur di Stasiun Gambir dapat dilalui KA mengarah ke Jakarta Kota. "Kondisi ini dapat menjadi solusi untuk mengurai antrian KA lintas Manggarai - Jakarta Kota," tambah Eva Chairunisa.

Selain meningkatkan faktor keselamatan dan keamanan, penggantian wesel akan berdampak pada perjalanan KA. Revitalisasi wesel juga dapat menjadi alternatif solusi pada pengaturan perjalanan KA, apabila dalam kondisi tertentu terjadi kendala di jalur layang, maka pelayanan dapat lebih terakomodir melalui fleksibilitas pergantian jalur menggunakan wesel baru.

Stasiun Gambir dan Jakarta Kota merupakan stasiun besar di area Daop 1 Jakarta yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh, dan kereta rel listrik (commuterline). Selama proses penggantian wesel di Stasiun Gambir dan Jakarta Kota berlangsung, maka secara khusus akan berdampak pada perjalanan KRL dari dan menuju Jakarta Kota. Untuk dapat memaksimalkan operasional perjalanan KRL, maka Daop 1 Jakarta bersama PT KCI memberlakukan rekayasa pola operasi.

Selama proses pekerjaan berlangsung dari 281 perjalanan KRL yang menuju Jakarta Kota terdapat sekitar 45 perjalanan yang akan direkayasa yakni diberlakukan pola operasi berakhir di Stasiun Manggarai. Adapun dari 45 perjalanan tersebut 25 di antaranya KRL dari Bekasi/Cikarang dan 20 perjalanan KRL dari Bogor/Depok menuju Jakarta Kota.

Hal tersebut juga berdampak pada sejumlah KA lainnya yang melintas di Stasiun Manggarai akan mengalami waktu tempuh yang lebih panjang. Khusus KA Jarak Jauh, beberapa KA keberangkatan Stasiun Gambir akan mengalami perpindahan jalur keberangkatan. PT KAI Daop 1 juga akan melakukan pengaturan ulang pola pemeriksaan harian pada sarana untuk meminimalisir resiko kelambatan pada perjalanan KA Jarak Jauh.

Saat ini, di area Daop 1 Jakarta terdapat 1.383 perjalanan KA (perka) yang terdiri dari KA Intercity, KRL, KA Barang, KA lokal, KA Bandara. Dari angka tersebut, 26 persen atau sama dengan 361 perjalanan KA, yang terbagi atas 281 perjalanan KRL lintas Manggarai - Jakarta Kota dan 80 KA Intercity.

Untuk dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat beraktivitas menggunakan jasa kereta, setiap tahunnya jumlah perjalanan KA terus ditingkatkan melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). Dengan frekuensi pergerakan KA yang sangat tinggi maka keandalan prasarana wesel sangat penting.



Sumber: BeritaSatu.com