Cegah Covid-19, Matakin Sumbang 500 Liter Hand Sanitizer

Cegah Covid-19, Matakin Sumbang  500 Liter Hand Sanitizer
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) membagikan cairan pembersih tangan kepada Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Karawang. ( Foto: istimewa )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Selasa, 24 Maret 2020 | 20:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ikut prihatin dengan makin meluasnya penyebaran virus Covid 19 di Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) membagikan secara gratis 500 liter cairan pembersih tangan kepada Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Karawang bahkan akan diperluas ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Pembagian hand sanitizer berbentuk spray tersebut dilakukan untuk membantu umat dan masyarakat sekitarnya yang saat ini kesulitan mendapatkan. Bahkan selain sulit dicari harganya pun mahal.

"Dengan dibagikannya spray pembersih tangan ini, saya berharap dapat membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. Apalagi sekarang susah didapatkan, bahkan kalaupun ada, harganya mahal sekali," kata Ketua Umum Matakin Budi S. Tanuwibowo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020).

Produksi pembuatan hand sanitizer ini dilakukan oleh para relawan Matakin sejak tanggal 19 Maret 2020. Penyaluran ini masih akan terus dilaksanakan, bahkan masih terus diproduksi agar dapat mencakup wilayah yang lebih luas lagi.

Selain pembagian hand sanitizer tersebut, Matakin pun telah memberikan imbauan kepada umat untuk melaksanakan sembahyang di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah serta selalu menjaga kebersihan.

"Sebelumnya kami pun telah mengeluarkan imbauan agar umat Khonghucu melaksanakan semua persembahyangan di rumah," ucapnya.

Budi menyebut, pada Maret-April 2020 ini banyak hari besar agama Khonghucu antara lain Qingming, HUT Matakin, peringatan hari besar para Shenming dan persembahyangan rutin yang biasa dilaksanakan bersama di litang, bio ataupun kelenteng.

"Kalau sekarang dilaksanakan di rumah tentunya karena mempertimbangkan situasi darurat, tanpa menyalahi tata susila dan tata agama Khonghucu," imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com