Telur Bantuan Sosial Membusuk, Ini Penjelasan Kantor Pos Depok

Telur Bantuan Sosial Membusuk, Ini Penjelasan Kantor Pos Depok
Ilustrasi telur ayam. (Foto: Antara / Arnas Padda)
Bhakti Hariani / YUD Selasa, 30 Juni 2020 | 19:04 WIB

Depok, Beritasatu.com - Kantor Pos Depok memberikan penjelasan terkait pemusnahan 300 kilogram telur tak layak. Pihak Kantor Pos menjelaskan 300 kilogram telur tersebut tidak berhasil diantarkan ke penerima.

"Sebetulnya itu kan barang-barang yang memang tidak berhasil kami antar, dalam arti kata si penerimanya itu tidak dikenal, dipindah alamat, meninggal tanpa ahli waris, dan penerima bantuan double begitu," ujar Kepala Kantor Pos Depok Diki Hendrawansah di Depok, Jawa Barat, Selasa (30/6/2020).

Kantor Pos Depok akhirnya memutuskan untuk memusnahkan telur tersebut karena sudah berada di dalam gudang selama seminggu.

"Sebenarnya telur ada masanya ya, untuk hindari bau dan sebagainya, dan telur 300 kg belum tentu busuk semua, cuma waktu lebih dari seminggu itu untuk minimalisir penyakit lebih baik kami musnahkan," kata Diki.

Diki mengatakan proses pemusnahan 300 kilogram telur itu berlangsung pada Sabtu (27/6/2020) yang lalu. Sementara itu, dia memastikan ribuan bantuan sosial lainnya masih disimpan dan menunggu instruksi selanjutnya.

"Jumlah barang yang retur, tidak berhasil antar itu ada sekitar 4 ribuan dari total 47 ribu lebih bantuan, jadi 43 ribu sudah berhasil kami antar, tersisa 4 ribuan. Isinya paket paket itu dalam keadaan baik dan kami tunggu instruksi lebih lanjut diserahkan kemana yang berhak," pungkas Diki.



Sumber: BeritaSatu.com