2021, Setiap Kelurahan Semarang Akan Kelola Anggaran Rp 1 M

2021, Setiap Kelurahan Semarang Akan Kelola Anggaran Rp 1 M
Hendrar Prihadi di Musrenbang, Kecamatan Tugu, Semarang, Jumat (7/2/2020). ( Foto: ist )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 7 Februari 2020 | 20:19 WIB

SEMARANG, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Semarang akan mengalokasikan Rp 1 miliar untuk setiap kelurahan Semarang di tahun 2021.

Adapun alokasi anggaran ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan setempat. Dikelola oleh lurah bersama masyarakat, anggaran ini tidak termasuk honor RT, RW, LPMK, dan Karang Taruna.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Tugu, Semarang, Jumat (7/2/2020).

Tak hanya sebagai bagian dari komitmen Pemkot perihal percepatan pembangunan wilayah, alokasi ini adalah bentuk akomodasi terhadap usulan perencanaan pembangunan dari bawah (bottom-up).

"Dengan ditentukannya jumlah anggaran yang dikelola, lurah akan memiliki tambahan titel yaitu sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. Dengan ini, mereka harus rajin berkeliling untuk membuat program prioritas di lingkungannya serta berkomitmen untuk kreatif dan inovatif sesuai aturan agar membuat wilayahnya maju,” ujar Hendi atau sapaan akrab wali kota tersebut.

Hendi menambahkan, Rp 100 juta dari anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pemberdayaan perempuan dan kegiatan posyandu.

Dengan ini, anak-anak di Semarang dapat terhindar dari ancaman kekurangan gizi maupun stunting yang kian menjadi perhatian pemerintah.

Hendi: Pentingnya Bersuara di Musrenbang
Di kesempatan yang sama, Hendi menghimbau agar warga mengutarakan pendapatnya di Musrenbang.

Sebab, pertemuan ini merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan dan gagasan terkait program pembangunan di wilayahnya.

”Beberapa kali, saya didatangi oleh warga yang mengadu adanya jalan yang rusak di kampungnya. Lalu, saya tanya apakah itu sudah disampaikan saat Musrenbang dan ternyata belum semua warga paham akan fungsi dari Musrenbang. Ini PR kita bersama untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa apapun yang terjadi di lingkungannya harus bisa disampaikan kepada pemerintah agar dapat dilakukan perbaikan," ujar Hendi.

Tak hanya melalui Musrenbang, warga dapat memberi masukan melalui Lapor Hendi via media sosial, kegiatan jalan sehat, atau langsung disampaikan ke lurah atau camat.

Normalisasi Kali Beringin untuk Penanggulangan Banjir
Menanggapi banjir yang beberapa waktu lalu melanda wilayah Mangkang, Hendi menyatakan permasalahan utamanya adalah adanya lahan yang belum dibebaskan.

Namun, saat ini, tujuh bidang lahan sudah dibebaskan oleh Pemkot Semarang.

Sehingga, pemerintah pusat diharapkan dapat segera melakukan normalisasi Kali Beringin dengan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

Adapun Pemkot Semarang turut aktif dalam menanggulangi banjir.

Di antaranya adalah normalisasi di sejumlah sungai seperti Kali Tenggang, Kali Seringin, Kali Banger, Kali Babon dan Kali Asin.

Berkat pengadaan 49 pompa berkapasitas 7.500 – 12.000 liter per detik, jumlah wilayah banjir juga kini berkurang menjadi 13,71 persen dari 41 persen di tahun 2011.

Hendi berharap, di tahun ini, wilayah Mangkang sudah mulai tersentuh dalam penanggulangan banjir melalui normalisasi Kali Beringin.



Sumber: PR