Cap Go Meh, Walkot Semarang: Pentingnya Kerukunan dalam Keberagaman

Cap Go Meh, Walkot Semarang: Pentingnya Kerukunan dalam Keberagaman
Walkot Semarang Hendrar Prihadi ketika menghadiri perayaan Cap Go Meh di Gedung Perkumpulan Sosial Rasa Dharma, Semarang, Minggu 9 Februari 2020. (Foto: ist)
Jayanty Nada Shofa / JNS Minggu, 9 Februari 2020 | 20:48 WIB

SEMARANG, Beritasatu.com - Dengan berbagai etnis dan agama di Indonesia, kerukunan di tengah keberagaman adalah sesuatu yang harus dijaga oleh seluruh anggota masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ketika menghadiri perayaan Cap Go Meh dan bakti sosial (baksos) di gedung Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong atau Rasa Dharma, Semarang, Minggu (9/2/2020).

“Tidak ada lagi minoritas dan mayoritas, yang ada adalah kita semua sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia,” ungkap wali kota yang akrab disapa Hendi.

Adapun kehadiran Hendi ini diawali dengan kunjungan ke sinci bertuliskan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang diletakkan di altar sembahyang.

Dalam budaya Tionghoa, sinci adalah papan kayu dengan nama-nama leluhur yang sudah meninggal sebagai bentuk penghormatan. Diletakkan sejak 2014, sinci ini diberikan karena upaya Gus Dur dalam menghilangkan diskriminasi. Salah satunya adalah memperbolehkan perayaan Imlek secara terbuka.

Di kesempatan yang sama, Hendi mengapresiasi bagaimana paguyuban Rasa Darma ini turut menciptakan kerukunan ini dengan saling membantu warga Semarang tanpa membedakan.

“Apa yang dilakukan paguyuban sosial Rasa Dharma ini perlu diapresiasi dan ditiru oleh organisasi sosial lainnya. Merayakan ulang tahun organisasi sekaligus merayakan Cap Go Meh dengan bakti sosial dan memberikan bantuan kepada masyarakat tentu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," pungkas ketua PDIP Semarang dan kader NU ini.

Lebih lanjut, kontribusi Rasa Dharma juga selaras dengan konsep bergerak bersama untuk menjadikan Semarang semakin baik. Sebab, dukungan bakti sosial ini dapat memaksimalkan program kesehatan yang telah dicanangkan pemerintah.

Adapun penggelaran baksos ini menandai HUT ke-144 Paguyuban Sosial Rasa Dharma yang telah berdiri sejak tahun 1876. Diikuti oleh ratusan anggota paguyuban maupun warga, kegiatan baksos diisi oleh jamuan Tuk Panjang dan lontong Cap Go Meh, bantuan medis, pijat refleksi dan akupuntur hingga pembagian sembako gratis.



Sumber: PR