Walkot: Semarang Bisa Karena Dukungan dari Seluruh Elemen

Walkot: Semarang Bisa Karena Dukungan dari Seluruh Elemen
Pemberian tumpeng oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada pejuang veteran dan lingkungan, Balai Kota Semarang, Senin (17/2/2020). ( Foto: ist )
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 18 Februari 2020 | 07:18 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Dalam rangka Hari Kesadaran Nasional sekaligus memasuki tahun keempat kepemimpinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, pemerintah setempat mengingatkan pentingnya pembangunan bergerak bersama dari seluruh elemen masyarakat. 

"Ketika ada yang meragukan terbangunnya jalur underground di Simpang Lima Kota Semarang, katakan Semarang bisa! Ketika ada yang menyangsikan bakal adanya International Convention Center di Kota Semarang, katakan Semarang bisa! Ketika ada yang meremehkan Semarang dapat menanggulangi banjir setuntas-tuntasnya, katakan Semarang bisa! Jangan pernah batasi mimpi Kota Semarang, karena meskipun APBD dan SDM kita tidak sebanyak pemerintah kota-kota besar lainnya, tapi keinginan kuat yang dalam diri setiap individu di Kota Semarang menjadi modal terbesar," ujar wali kota yang akrab disapa Hendi di Balai Kota Semarang, Senin (17/2/2020).

Ia mengatakan, pencapaian Semarang selama ini adalah hasil keringat dan pemikiran bersama.

Di antaranya adalah berkurangnya wilayah banjir dari 41,02 persen di tahun 2011 menjadi 13,71 persen di tahun 2019. Sebelumnya berada di angka 54 persen di tahun 2011, jalan kondisi buruk juga berkurang hingga 5,09 persen di tahun 2019. Tak hanya itu, investasi masuk dalam satu tahun meningkat dari Rp 0,9 triliun menjadi Rp 35 triliun di kurun waktu yang sama. Angka kemiskinan sebesar 5,68 persen di tahun 2011 turut ditekan ke angka 3,98 persen pada tahun lalu.

Di sisi lain, terdapat persoalan infrastruktur lainnya seperti pelayanan PDAM yang kian menyita perhatian wali kota Semarang ini.

“PDAM menjadi pekerjaan rumah untuk kita fokus mengatasi. Direksi sekarang jangan berpuas diri dengan cuma memungut biaya langganan dan pemakaian air dari masyarakat, tapi bagaimana memungut kemudian dipergunakan kembali untuk investasi yang bisa melayani masyarakat dengan baik. Penyediaan air bersih, lancar, tidak keruh, tidak ada antrian itu yang menjadi harapan kita,” ujar wali kota.

Adapun investasi yang dimaksud adalah berbagai proyek yang sudah dimulai ataupun yang baru di proses. Di antaranya adalah Sumber Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat yang diperkirakan selesai pada Januari 2021.

“Sudah dimulai investasi dari tahun kemarin yaitu SPAM Semarang Barat yang nilainya mencapai Rp 1,3 Triliun. Rp 400 Miliar dari Pemerintah Kota dan PDAM, Rp 480 miliar dari investor, dan Rp 500 miliar dari pemerintah pusat,” terangnya.

Terdapat pula perencanaan lelang untuk IPAL Pudak Payung yakni sumber air baku yang mengaliri daerah atas Semarang Selatan, serta beberapa polder dan kali di Semarang Timur.

Hendi menambahkan, khusus proyek polder dan kali di Semarang Timur, perencanaannya sudah dibicarakan dengan beberapa investor dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2021.

Di kesempatan yang sama, upacara ini disertai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada pejuang veteran dan pejuang lingkungan, penyerahan SK kenaikan pangkat periode 1 April 2020 tahap I kepada 354 PNS, serta penyerahan CSR dari Bank Mandiri berupa dua unit mobil golf bagi pegunjung kawasan Kota Lama.



Sumber: PR