Walkot Semarang: Kerukunan Warga Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Walkot Semarang: Kerukunan Warga Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Walkot Semarang, Hendrar Prihadi, usai kegiatan salat isya berjamaah di Masjid Al-Furqon, Semarang, beberapa waktu lalu. ( Foto: ist )
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 25 Februari 2020 | 14:52 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan kerukunan warga menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah kini telah menetapkan beberapa target pencapaian ekonomi. Salah satunya adalah menjadikan Indonesia masuk ke lima ekonomi terbesar dunia di tahun 2045. Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun tengah mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada tahun 2023.

Pertumbuhan ekonomi Semarang pun sudah mendekati target yang ditetapkan. Pada tahun 2018, pertumbuhan tercatat berada di angka 6,52 persen. Agar Semarang dapat terus berkontribusi pada kedua target tersebut, wali kota yang akrab disapa Hendi ini menekankan pada pentingnya kerukunan warga.

"Kontribusi kita adalah dengan menjaga situasi di Indonesia kondusif dan tidak bergejolak. Salah satunya adalah merawat ideologi, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan nasional (ipoleksosbudhankamnas) tetap stabil dan aman. Ideologi Pancasila jangan diotak-atik,” ujar Hendi usai mengikuti salat isya berjamaah di Masjid Al-Furqon, Pandean Lamper, Semarang, beberapa waktu lalu.

Ia pun menekankan agar kondisi politik di Semarang tetap stabil khususnya dengan akan digelarnya Pemilihan Wali Kota pada September mendatang.

Di kesempatan yang sama, ia memuji masyarakat Kelurahan Pandean Lamper yang menunjukkan kerukunan warganya. Sebab, pada kegiatan salat berjamaah ini, pemuka agama lainnya turut mendukung.

“Alhamdulillah, di Kota Semarang khususnya Kecamatan Gayamsari, perbedaan agama baik yang muslim ataupun non muslim sudah melebur menjadi satu. Contohnya, bersilaturahmi dalam kegiatan salat isya berjamaah ini dihadiri bapak pendeta, ini menunjukkan kerukunan yang luar biasa,” pungkasnya.

Hendi kemudian menekankan pada pentingnya komunikasi antar pemerintah dan warga.

"Apabila ada hal yang kurang baik, komunikasikan dengan pemerintah. Sudah menjadi tugas kita bersama untuk memperbaiki. Warga bisa memperbaikinya melalui kerja bakti misalnya. Kalau tidak mampu diperbaiki warga, maka laporkan kepada pemerintah. Insya Allah, semua masalah yang dihadapi dapat diselesaikan bersama-sama," tegasnya.

Ia pun menekankan bahwa keberhasilan Semarang tidak hanya berasal dari pemerintah, melainkan hasil kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

“Terima kasih dan bersyukur atas capaian kemajuan yang secara statistik terlihat dari pengurangan angka kemiskinan dan pembangunan fisik. Ini bukan karena wali kotanya yang hebat, tetapi karena dukungan teman-teman yang ikut bekerja bersama membuat Semarang lebih baik dan hebat,” tutup Hendi.



Sumber: PR