Lawan Corona, Tak Hanya Viking Sun yang Ditolak di Semarang

Lawan Corona, Tak Hanya Viking Sun yang Ditolak di Semarang
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ( Foto: dok )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 6 Maret 2020 | 23:18 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Sebagai langkah preventif virus corona, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menolak kapal pesiar Viking Sun berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (5/3/2020).

Dengan dinyatakannya empat WNI yang terkonfirmasi positif corona, pemerintah semakin mempertegas upaya antisipasi wabah tersebut. Dalam surat No.B/121,443/220, Wali Kota Semarang mengumumkan penolakan kapal Viking Sun diputuskan usai berdiskusi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) serta beberapa praktisi kesehatan.

"Pihak kapal kepada Syahbandar dan KKP menawar untuk bisa bersandar hanya sekedar memasukkan logistik. Saya rasa ini manusiawi. Tetapi, dipastikan tidak ada penumpang satupun yang boleh turun. Ini karena keinginan kami untuk menjaga kenyamanan keselamatan dan perlindungan seluruh warga Kota Semarang," ujar Hendi.

Ia menambahkan, keputusan ini akan berlaku bagi kapal pesiar lainnya yang berasal dari dan pernah singgah di negara yang terjangkit virus corona.

"Kami memilih untuk bisa melindungi 1,7 juta warga Semarang," tegas Hendi.

Terdapat 738 penumpang dan 452 crew kapal di Viking Sun. Walaupun berlabuhnya Viking Sun dapat mendorong perputaran ekonomi di Semarang, kapal ini memiliki riwayat belayar dari Darwin (Australia) yang sudah tercatat 60 kasus positif terjangkit corona.

Kapal Pesiar MV Artania Pun Ditolak

Sebelum Viking Sun, Wali Kota Semarang juga menolak bersandarnya Kapal MV Artania dari Singapura. Hal itu terdapat dalam surat nomor UM.002/03/08/KSOP.Tg Emas yang menyatakan sebelum mendarat di Kota Semarang, kapal pesiar ini akan melewati karantina selama 14 hari.

Langkah antisipasi ini dilakukan karena MV. Artania memiliki riwayat bersinggah di daerah terjangkit corona. Di antaranya adalah Selangor, Genting Island, Colombo, serta Srilanka.

Hendi menambahkan, upaya karantina ini juga sesuai arahan Dirjen P2P Kemenkes tentang kesiapsiagaan menghadapi infeksi COVID-19, sehingga kapal tersebut harus dikarantina.



Sumber: PR