Walkot Semarang: Pembayaran Non-Tunai Bisa Bantu Cegah Corona

Walkot Semarang: Pembayaran Non-Tunai Bisa Bantu Cegah Corona
Walkot Semarang Hendrar Prihadi menghimbau agar masyarakat menggunakan pembayaran non-tunai untuk mencegah corona. ( Foto: dok )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 18 Maret 2020 | 13:58 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Selain anjuran untuk menjaga pola hidup sehat dan menghindari kontak fisik dalam mencegah corona, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menghimbau agar menggunakan metode pembayaran non-tunai ketika bertransaksi. Sebab, pertukaran uang tunai dapat berpotensi menyebarkan virus corona

"Kami terus merinci sedetail mungkin hal-hal yang dirasa berpotensi sebagai media penyebaran virus untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Pertukaran uang tunai bisa berpotensi [menyebarkan virus], maka melakukan transaksi dengan instrumen pembayaran non-tunai menjadi sikap bijak yang bisa dilakukan bersama," ujar sosok yang akrab disapa Hendi ini ketika menghadiri rapat penanganan corona di Situation Room Balai Kota Semarang, Selasa (17/3/2020).

Di kesempatan yang sama, Hendi turut membahas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan lockdown atau penutupan sementara di sejumlah daerah.

Kebijakan lockdown di tingkat nasional maupun daerah disebut berada di tangan pemerintah pusat. Namun, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah mengurangi mobilitas, menjaga jarak, serta mengurangi kerumunan orang yang dapat beresiko memicu penyebaran virus.

Menanggapi hal itu, pemerintah Semarang telah mengambil beberapa langkah antisipasi corona seperti penyemprotan cairan disinfektan dan menindaklanjuti hoaks dan penimbun masker melalui pembentukan gugus tugas.

"Kita lakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan pada sekitar lima belas titik konsetrasi setiap harinya di area publik, tempat ibadah, transportasi umum, dan seterusnya. Gugus Tugas yang telah dibentuk juga bekerja masuk ke semua lini untuk menekan potensi penyebaran," terang Hendi.



Sumber: PR