Cuci Tangan Bisa Cegah Corona, Ini Strategi Pemkot Semarang

Cuci Tangan Bisa Cegah Corona, Ini Strategi Pemkot Semarang
Penyerahan simbolis wastafel portable oleh Walkot Semarang Hendrar Prihadi di Kantor Walkot Semarang, Rabu (18/3/2020). (Foto: dok)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 19 Maret 2020 | 11:28 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Selain edukasi intensif terkait pencegahan corona, Pemerintah Kota Semarang kini menyediakan 200 wastafel portable dan antiseptik di sejumlah lokasi.

Menjaga kebersihan tangan disebut dapat mencegah virus corona yang kian mengganas. Sebab, virus ini tersebar melalui tetesan yang dikeluarkan ketika batuk atau bersin. Kemudian, virus ini dapat menempel di benda mati yang kita jumpai sehari-hari seperti gagang pintu.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan agar masyarakat dapat dengan mudah mencuci tangannya termasuk ketika bepergian. Ia bahkan membagikan 1.500 hand sanitizer yang kerap dikeluhkan karena langka di pasaran.

"Hari ini, yang dikeluhkan masyarakat adalah kelangkaan hand sanitizer, masker dan thermo gun. Saya bilang, hand sanitizer juga bagian dari solusi kalau kita sulit cari air," ujar wali kota yang akrab disapa Hendi saat penyerahan wastafel portable secara simbolis di Kantor Wali Kota, Rabu (18/3/2020).

Adapun wastafel ini akan ditempatkan di sejumlah lokasi seperti pasar, rusun, kecamatan, panti asuhan, pesantren, pura dan tempat wisata.

"Kita lakukan di setiap tempat. Masuk pasar, cuci tangan. Mau masuk di lingkungan rusunawa, kita cuci tangan. Masuk ke tempat ibadah juga dan sebagainya. Jadi, kalau itu kita gelorakan, semuanya ikut terlibat langsung [dalam pencegahan corona]," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengusaha untuk turut membantu pemerintah dalam penanggulangan corona. Sebab, pencegahan virus ini membutuhkan keterlibatan dari seluruh pihak.

"Semua lini harus ikut bergerak karena 1,7 juta penduduk [di Semarang] ini terlalu besar kalau hanya pemerintah yang bekerja dalam waktu yang singkat," imbuhnya.

Sementara itu, Hendi memastikan agar pelayanan publik khususnya dalam sosialisasi pencegahan corona terus berjalan.

"Bagi ASN, jaga kesehatan. Yang tidak sakit, tetap masuk. Yang sakit dan ada izin dokter, boleh tidak masuk. [Sosialisasi] ini perlu pertemuan. Kalau semuanya di rumah, yang ngomong ke warga siapa nanti," ujarnya.



Sumber: PR