Walkot Semarang: Setop Borong Sembako dan Disinfektan

Walkot Semarang: Setop Borong Sembako dan Disinfektan
Walkot Semarang Hendrar Prihadi ketika melakukan inspeksi dadakan di beberapa toko di Semarang, Kamis (19/3/2020). (Foto: dok)
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 20 Maret 2020 | 11:14 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Di kala pandemi corona (Covid-19), Pemerintah Kota Semarang menghimbau agar masyarakat berhenti memborong barang-barang kebutuhan pokok, masker, serta hand sanitizer. Sebab, hal ini dapat memicu lonjakan harga di tengah kepanikan warga setempat.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai melakukan insepksi dadakan ke sejumlah toko pada Kamis (19/3/2020).

"Ada beberapa stok yang perlu disikapi. Namun secara umum, kebutuhan lainnya seperti beras dan gula masih ada persediaannya. Harapan saya, masyarakat bisa berpartisipasi dengan tidak melakukan pembelian dalam jumlah yang berlebihan. Apabila itu terjadi, makan akan menimbulkan kelangkaan dan harga jual yang semakin tinggi," ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Adapun beberapa toko yang dilakukan inspeksi adalah toko Swalayan Ada, toko alat kesehatan Sanidata Putri Medika, serta toko bahan kimia Indrasari.

Hendi menyatakan, kunjungan lapangan ini adalah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok termasuk hand sanitizer.

Tak hanya itu, Pemkot Semarang telah mengambil beberapa langkah antisipasi virus corona lainnya.

Salah satunya adalah peluncuran situs siaga corona yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait virus corona khususnya di Semarang sekaligus menangkal hoaks yang beredar di media sosial.

"Web ini berisi informasi berupa data ODP dan PDP, jadwal penyemprotan disinfektan, rujukan pasien, monitoring bahan pokok, dan telpon darurat," ungkap Hendi.

Tak hanya itu, penyemprotan disinfektan secara massal bersama berbagai relawan dan jajaran Pemkot Semarang akan kembali dilakukan pada Jumat (20/3/2020).

Tak kurang dari 10 mobil tangki serta ratusan alat penyemprot akan masuk ke berbagai lapisan kota termasuk tempat ibadah, trotoar, taman, serta tempat umum lainnya. Sterilisasi ini akan terus dilakukan hingga situasi kembali kondusif.



Sumber: PR