Lawan Covid-19, Pemkot Semarang Siapkan Lebih Dari 10.000 Rapid Test

Lawan Covid-19, Pemkot Semarang Siapkan Lebih Dari 10.000 Rapid Test
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Foto: ist)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 23 Maret 2020 | 14:53 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Dalam memerangi pandemi corona (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan menyiapkan lebih dari 10 ribu rapid diagnostic test (RDT) untuk masyarakat setempat khususnya bagi para Orang Dalam Pantauan (ODP).

Untuk penanganan virus corona, pemerintah Semarang siap mengeluarkan anggaran sebesar Rp 27 milyar yang bersumber dari pergeseran APBD Semarang serta dana tak terduga.

Selain rapid test, dana ini nantinya akan digunakan untuk pembelian sejumlah peralatan medis, obat dan vitamin, cairan antiseptik, pakaian APD (Alat Pelindung Diri), serta kapsul evakuasi untuk membawa pasien positif corona.

Secara rinci, sebanyak 2.480 rapid test dilakukan oleh RSUD KRMT Wongsonegoro, serta 7.920 rapid test dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang.

Dari total anggaran, sebesar Rp 11 milyar dialokasikan untuk Dinkes Semarang, serta sisanya disalurkan untuk keperluan RSUD KRMT Wongsonegoro.

"Penggunaan anggaran ini khusus untuk penanggulangan Covid-19 di Semarang - mulai dari pengadaan tablet klorin sebaagai disinfektan, kapsul evakuasi, dacron swab, hingga rapid test. Untuk rapid test sendiri apabila digabungkan dengan RSUD KRMT Wongsonegoro, ada 10 ribu lebih," ujar Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam.

Menurut Direktur RSUD KRMT Wogsonegoro Susi Herawati, rapid test adalah langkah awal yang cepat dalam mengidentifikasi corona.

"Rapid test ini akan dilakukan dengan pengambilan sample darah. Apabila positif, akan dilakukan swab tenggorokan kemudian dikirimkan ke lab. Apabila hasilnya negatif, di hari ke-7 sampai ke-10, akan dites kembali. Kalau tetap negatif, berarti yang bersangkutan kami nyatakan negatif," ujarnya.



Sumber: PR